October 16, 2026

Ruang Pintar Makassar: Kolaborasi Warga, PNM, dan Pemerintah Hidupkan Lorong Cerekang

0


News
Ruang Pintar Makassar: Kolaborasi Warga, PNM, dan Pemerintah Hidupkan Lorong Cerekang

Anggota Dewan Lingkungan Kota Makassar, Mashud Azikin, bersama pegiat lingkungan Fadly Padi meninjau aktivitas warga di Ruang Pintar Lorong Sungai Cerekang, Makassar, Jumat (24/4/2026). (Foto: Istimewa)

BERITA PLUS, MAKASSAR – Program “Ruang Pintar” di Lorong Sungai Cerekang, Kelurahan Gaddong, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, menjadi contoh nyata kolaborasi antara warga, Permodalan Nasional Madani (PNM), dan pemerintah dalam menghidupkan kawasan permukiman padat melalui pendekatan edukasi dan lingkungan.

Di tengah keterbatasan ruang, lorong yang sebelumnya identik dengan kondisi padat kini bertransformasi menjadi pusat aktivitas belajar dan pemberdayaan masyarakat. Anak-anak memanfaatkan Ruang Pintar sebagai tempat belajar, sementara warga dewasa mulai terlibat dalam kegiatan produktif berbasis lingkungan.

Kehadiran program ini tidak hanya berfokus pada pendidikan dasar, tetapi juga mengintegrasikan pengelolaan sampah dan konsep urban farming sebagai solusi berkelanjutan di wilayah perkotaan.

Pegiat lingkungan Fadly Padi yang melakukan kunjungan pada Jumat (24/4/2026) menilai lorong memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai ruang produksi berbasis masyarakat.

“Lorong ini bisa menjadi ruang produksi, bukan sekadar ruang tinggal. Sampah tidak lagi dilihat sebagai beban, tetapi sebagai bahan baku yang memiliki nilai,” ujar Fadly saat berdiskusi bersama warga.

Melalui pendekatan tersebut, warga mulai menerapkan pemilahan sampah rumah tangga dan mengolahnya menjadi kompos yang dimanfaatkan untuk menanam berbagai jenis tanaman. Selain memperbaiki kualitas lingkungan, langkah ini juga membuka peluang ekonomi skala kecil bagi masyarakat.

Anggota Dewan Lingkungan Kota Makassar, Mashud Azikin, menyebut Ruang Pintar sebagai wujud kolaborasi yang efektif antara masyarakat dan para pemangku kepentingan.

“Ruang Pintar hadir bukan sebagai bangunan megah, melainkan sebagai ruang hidup yang lahir dari kesadaran bahwa keterbatasan tidak boleh membatasi pertumbuhan,” kata Mashud.

Ia menegaskan bahwa sinergi antara PNM, pemerintah sebagai mitra pemerintah, dan komunitas lokal menjadi kunci utama keberhasilan program tersebut. Menurutnya, pendekatan kolaboratif seperti ini dapat direplikasi di lorong-lorong lain di Makassar.

Namun demikian, Mashud mengingatkan pentingnya menjaga keberlanjutan program agar tidak berhenti pada tahap awal. Ia menilai diperlukan pendampingan yang konsisten serta keterlibatan aktif warga dalam setiap proses pengembangan.

Saat ini, aktivitas di Ruang Pintar terus berjalan. Anak-anak rutin mengikuti kegiatan belajar, sementara ibu-ibu mulai mengembangkan urban farming dan pengelolaan lingkungan berbasis komunitas.

Transformasi Lorong Sungai Cerekang menjadi bukti bahwa keterbatasan ruang bukan halangan untuk menciptakan perubahan.

Melalui kolaborasi yang kuat, Ruang Pintar di Makassar hadir sebagai model inovasi pemberdayaan masyarakat yang mampu mengintegrasikan pendidikan, lingkungan, dan ekonomi dalam satu ruang yang berkelanjutan. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Arya Rahmansyah
Editor : Imam Hairon





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *