October 17, 2026

Mendikdasmen tegaskan komitmen pendidikan inklusif di SLB YAKUT Purwokerto

0



Team Work
– 26 April 2026 | 08:04 – Dibaca 0 kali

News
Mendikdasmen tegaskan komitmen pendidikan inklusif di SLB YAKUT Purwokerto

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti saat mengunjungi Sekolah Luar Biasa (SLB) B Yayasan Kesejahteraan Usaha Utama (YAKUT) di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu. (Foto: Mendikdasmen untuk Suara Indonesia)

BERITA PLUS, BANYUMAS – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan komitmen pemerintah dalam mewujudkan pendidikan bermutu bagi anak berkebutuhan khusus saat mengunjungi Sekolah Luar Biasa (SLB) B Yayasan Kesejahteraan Usaha Utama (YAKUT) di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (25/04/2026).

Kedatangan menteri disambut antusias oleh ratusan siswa, guru, serta pengurus yayasan. Sapaan “Assalamualaikum” dari Abdul Mu’ti dijawab para siswa tuna rungu dengan bahasa isyarat secara serempak.

“Anak-anak berkebutuhan khusus berhak mendapatkan layanan pendidikan khusus. Ini amanat undang-undang dan membutuhkan dukungan masyarakat,” kata Abdul Mu’ti dalam sambutannya.

Ia menyampaikan jumlah anak berkebutuhan khusus terus meningkat, baik karena pertambahan kasus maupun meningkatnya keterbukaan masyarakat dalam mengakui kondisi anak.

Menurut dia, pemerintah mendorong penguatan pendidikan inklusif serta membuka peluang penambahan unit sekolah luar biasa, termasuk rencana penambahan satu hingga dua SLB di Jawa Tengah pada 2026.

Selain itu, pemerintah juga mengembangkan pendidikan inklusi berbasis masyarakat yang memungkinkan layanan pendidikan dilakukan di lingkungan komunitas.

“Kami berkomitmen memberikan afirmasi agar anak-anak berkebutuhan khusus dapat belajar di sekolah inklusi,” ujarnya.

Ia juga menyoroti masih adanya stigma di masyarakat, seperti anggapan bahwa anak berkebutuhan khusus merupakan kutukan serta rasa malu dari orang tua.

“Pandangan tersebut tidak sesuai dengan tuntunan agama dan perlu diluruskan,” katanya.

Abdul Mu’ti menambahkan pendidikan inklusif penting untuk membangun kepercayaan diri anak berkebutuhan khusus sekaligus menumbuhkan empati pada siswa lainnya.

“Mereka tidak boleh dieksklusi, tetapi harus dirangkul dan diintegrasikan sebagai bagian dari anak-anak Indonesia dan harapan masa depan bangsa,” ujarnya.

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Team Work
Editor : Imam Hairon





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *