Amsakar Buka Ruang Evaluasi Publik, Ajak Warga Kawal Masa Depan Pembangunan Batam
Amsakar Achmad mengajak masyarakat bersama-sama mengawal pembangunan dan memberikan evaluasi terhadap kinerja Pemerintah Kota Batam.
BATAM, BERITA PLUS – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad membuka ruang evaluasi bagi masyarakat dengan mengajak tokoh masyarakat, RT/RW, dan LPM untuk menyampaikan langsung aspirasi serta penilaian terhadap kinerja pemerintah daerah selama satu tahun tiga bulan terakhir.
Kegiatan silaturahmi yang digelar di Golden Prawn 933, Bengkong, Rabu (6/5) malam itu juga dihadiri Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, anggota DPRD Kota Batam, serta perwakilan masyarakat dari Kecamatan Bengkong, Lubuk Baja, Batam Kota, Nongsa, hingga Batu Ampar.
Dalam berbagai hal, Amsakar menegaskan bahwa pertemuan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum memperkuat komunikasi dan menyatukan persepsi di tengah perkembangan Batam yang semakin pesat.
“Setelah satu tahun tiga bulan kita menjalani berbagai agenda formal, ini saat yang tepat untuk duduk bersama, menyambung komunikasi, dan berbagi apa yang sudah dikerjakan,” ujar Amsakar.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan di tengah derasnya arus informasi dan perbedaan pandangan di masyarakat.
“Seribu kawan masih terlalu sedikit, tapi satu musuh terlalu mahal. Jangan sampai energi kita habis untuk hal-hal yang membuat kita saling bertahan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Amsakar memaparkan sejumlah pencapaian dan dukungan strategi dari pemerintah pusat untuk Batam. Menurutnya, dalam kurun satu tahun Batam memperoleh empat Peraturan Pemerintah (PP) yang dinilai menjadi peluang besar mempercepat pembangunan daerah.
Dua di antaranya yakni PP Nomor 25 Tahun 2025 dan PP Nomor 28 Tahun 2025 yang memperkuat penyelenggaraan kawasan bebas dengan memberikan kewenangan lebih luas terkait ribuan jenis perizinan dan nonperizinan. Sementara PP Nomor 47 Tahun 2025 memperluas wilayah kerja BP Batam hingga mencakup 22 pulau di sekitarnya.
“Selama 27 tahun saya di birokrasi, baru kali ini dalam satu tahun ada empat PP khusus untuk Batam. Ini peluang yang harus dijawab dengan kerja serius,” jelasnya.
Amsakar menegaskan, kepemimpinannya bersama Li Claudia Chandra diarahkan untuk menghadirkan perubahan nyata dan lompatan pembangunan bagi Kota Batam.
“Kepemimpinan kami bersama Li Claudia harus melahirkan lompatan-lompatan dalam pembangunan,” tegasnya.
Dari sisi kinerja perekonomian, Pemko Batam mencatat sejumlah indikator positif. Pertumbuhan ekonomi meningkat dari 6,69 persen menjadi 6,76 persen. Angka kemiskinan turun dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen, sementara realisasi investasi mencapai Rp69,3 triliun atau 115,5 persen dari target yang ditetapkan.
Pada triwulan I tahun 2026, realisasi investasi juga mengalami penurunan signifikan dari Rp8,6 triliun menjadi Rp17,5 triliun atau tumbuh 103 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski begitu, Amsakar mengakui masih terdapat sejumlah permasalahan mendasar yang menjadi perhatian pemerintah, seperti pembersihan air, banjir, dan pengelolaan sampah. Ia memastikan penanganan dilakukan secara bertahap melalui pembangunan drainase terpadu hingga perbaikan distribusi udara di sejumlah wilayah.
“Tidak semua bisa selesai dalam satu tahun, tapi kami memastikan setiap persoalan terselesaikan satu per satu,” ujarnya.
Di hadapan para tokoh masyarakat, Amsakar juga secara terbuka meminta masyarakat memberikan catatan dan evaluasi terhadap kinerja pemerintah daerah.
“Silakan berikan catatan dan evaluasi kepada kami,” katanya.
Ia pun menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan yang masih dirasakan masyarakat, seraya menegaskan komitmen untuk terus memperbaiki pelayanan publik di Kota Batam.
Ke depan, Pemerintah Kota Batam akan tetap fokus menuntaskan 15 program prioritas, termasuk rencana peningkatan plafon bantuan usaha mikro tanpa bunga dari Rp20 juta menjadi kisaran Rp50 juta hingga Rp100 juta, serta perluasan infrastruktur dasar seperti jaringan air bersih.
Menutup Serentaknya, Amsakar penekanan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan Batam yang kini memiliki jumlah penduduk sekitar 1,4 juta jiwa.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dan masukan masyarakat sangat kami butuhkan,” tutupnya.
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Wisnu Hidayatullah |
| Editor | : Imam Hairon |
