Minim penerangan, Jalur strategis kedungjati dinilai berbahaya
Gambar kondisi jalan yang gelap gulita
BERITA PLUS, GROBOGAN – Ruas jalan provinsi yang menghubungkan Kecamatan Kedungjati, tepatnya di kawasan hutan Ngeces Mliwang, Kabupaten Grobogan, saat ini berada dalam kondisi memprihatinkan. Minimnya sarana penerangan jalan membuat jalur tersebut gelap gulita saat malam hari, Kamis (7/5/26).
Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi ini sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Jalur tersebut merupakan akses strategis yang menghubungkan Kecamatan Kedungjati dengan wilayah lain di Grobogan maupun kawasan sekitarnya di Jawa Tengah.
Akibat minimnya penerangan, jarak pandang pengendara menjadi sangat terbatas. Hal ini dinilai berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas. Selain faktor keselamatan berkendara, suasana yang gelap juga dikhawatirkan dapat mengancam keamanan dan kenyamanan warga serta pengguna jalan yang setiap hari melintasi kawasan tersebut.
Harapan Warga
Merespons kondisi tersebut, masyarakat menyampaikan aspirasi dan harapannya agar pihak berwenang segera bertindak. Warga meminta agar dipasang lampu penerangan jalan yang memadai dan berfungsi dengan baik demi menjamin keselamatan bersama.
Selain penambahan fasilitas penerangan, masyarakat juga berharap adanya perawatan berkala agar infrastruktur yang dibangun tidak cepat rusak. Tidak hanya itu, diharapkan pula tersedia rambu-rambu keselamatan yang jelas serta koordinasi yang baik antar instansi terkait, sehingga penanganan dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan, bukan hanya bersifat sementara.
Masyarakat berharap pemerintah segera melakukan verifikasi lapangan dan mengambil langkah konkret, sehingga ruas jalan tersebut kembali aman dan nyaman untuk dilalui.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola jalan maupun instansi terkait belum dapat dikonfirmasi lebih lanjut terkait penyebab belum terpasangnya lampu penerangan maupun rencana perbaikan yang akan dilakukan.
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Iwan Lutfi |
| Editor | : Imam Hairon |
