Putra Banjarnegara Garap 10 Ribu Pintu Folding untuk Proyek Nasional KDMP
Saidin saat mengawasi proses produksi pintu folding yang ditargetkan mencapai 10 ribu unit hingga Agustus mendatang.(Foto: Istimewa)
BERITA PLUS BANJARNEGARA – Di tengah masifnya pembangunan sekitar 80 ribu gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di berbagai daerah di Indonesia, seorang putra daerah asal Kabupaten Banjarnegara turut ambil bagian dalam proyek nasional tersebut.
Adalah Saidin, pengusaha las sekaligus owner Udin Meriah Group asal Desa Kaliwungu, Kecamatan Mandiraja, Banjarnegara, Jawa Tengah, yang dipercaya mengerjakan hingga 10 ribu pintu folding untuk gedung KDMP di berbagai wilayah Indonesia.
Kepercayaan itu bermula saat seorang pemborong datang langsung ke bengkel miliknya untuk melihat proses produksi. Setelah melihat hasil pengerjaan dan kapasitas produksi, akhirnya Saidin dipercaya menangani proyek pengadaan pintu folding dalam jumlah besar.
“Awalnya pemborong datang ke tempat saya, lalu tertarik dan akhirnya bekerja sama,” ujarnya, kepada Suara Indonesia, Sabtu (9/5/2026).
Sejak sebelum Lebaran hingga saat ini, Saidin mengaku telah menyelesaikan sekitar 6.500 pintu folding. Sementara target keseluruhan mencapai 10 ribu pintu yang ditargetkan selesai pada Agustus mendatang.
“Targetnya 10 ribu pintu sampai Agustus. Bahkan sebenarnya masih ada tambahan pesanan lagi, tapi sebagian saya tolak karena takut kesulitan material,” katanya.
Ribuan pintu folding tersebut dikirim ke berbagai daerah, mulai dari Papua, Kalimantan, Nusa Tenggara Timur hingga Jawa Tengah. Bahkan sejumlah proyek pintu folding di Banjarnegara juga turut dikerjakan olehnya.
Untuk memenuhi target produksi, Saidin melibatkan sekitar 150 pekerja. Mayoritas tenaga kerja berasal dari lingkungan sekitar tempat usahanya berdiri.
“Dalam sehari, bengkel las miliknya mampu memproduksi sekitar 80 hingga 100 pintu folding,” ujarnya.
“Kalau ada pengiriman besar ke luar kota, banyak warga sekitar ikut membantu packing dan bongkar muat,” katanya lagi.
Menurut Saidin, tantangan terbesar dalam pengerjaan proyek skala besar tersebut adalah ketersediaan material. Selain pasokan yang terkadang sulit didapat, harga bahan baku juga terus mengalami kenaikan.
“Material kami ambil dari beberapa pabrik dan supplier di Jakarta yang sudah lama bekerja sama dengan kami. Untuk kualitas, kami menggunakan bahan seperti galvalum dan material campuran sesuai kebutuhan produksi,” ujar Saidin.(*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Iwan Setiawan |
| Editor | : Alfiana Putri |
