Pertarungan di Kota Blitar, Dua Orang Mantan Rebutan Kursi Ketua KONI
Foto kiri Tony Andreas dan foto kanan Samanhudi Anwar. Istimewa
BERITA PLUS, BLITAR – Perebutan kursi Ketua KONI Kota Blitar, Jawa Timur, makin seru dan memanas. Pasalnya ada dua nama yang sama-sama pernah menjadi mantan yakni Tony Andreas dan Samanhudi Anwar.
Tony Andreas sebelumnya menjabat sebagai Ketua KONI Kabupaten Blitar selama dua periode sedangkan Samanhudi Anwar pernah menjadi anggota DPRD Kota Blitar, Ketua DPRD hingga Wali Kota Blitar dua periode tahun (2010-2015 dan 2016-2019).
Perebutan kekuasaan antara Tony dan Samanhudi tinggal menunggu waktu, karena ini bukan hanya memilih seorang ketua melainkan penentu arah masa depan cabang olahraga di Bumi Bung Karno yang sempat menurun.
Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan KONI Kota Blitar Slamet Hariyoso Seputro mengatakan, berdasarkan dengan aturan, tanggal 15 Mei 2026 penetapan resmi calon Ketua KONI dan 19 Mei 2026 mendatang akan dilaksanakan Musyawarah Olahraga Kota.
“Awalnya ada 5 orang yang sempat ambil formulir pendaftaran, namun babak akhir hanya ada dua orang yang mengumpulkan formulir ke KONI Kota Blitar. Mereka kini butuh dukungan dari 7 cabang olahraga yang ditandatangani oleh Ketua untuk syarat maju pemilihan,” katanya.
Ditanya soal, rekam jejak Tony Andreas sempat menjabat dua periode Ketua KONI dan Samanhudi Anwar terlibat masalah hukum. Slamet menjelaskan, hasil koordinasi dengan KONI Jawa Timur, dua orang yang masuk bursa sudah sesuai aturan.
“Dimana, bila ada pendaftar yang sudah pernah menjabat Ketua KONI selama 3 periode di wilayah yang sama tidak diperbolehkan. Lalu, aturan terbaru dari Permenpora 2026 tidak ada larangan bagi narapidana mencalonkan diri sebagai Ketua KONI,” imbuhnya.
Sebagai informasi, Kontingen Kota Blitar finish di peringkat ke-28 pada Porprov Jawa Timur IX tahun 2025. Hasil ini menunjukkan penurunan performa dibanding ajang sebelumnya, di mana Kota Blitar meraih 37 medali (8 emas, 13 perak, dan 16 perunggu).
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Arik Susanto |
| Editor | : Alfiana Putri |
