UNNES Teliti Inovasi Pembelajaran Berbasis AR di SMA Negeri 1 Gringsing
Team Work
– 14 May 2026 | 16:05 – Dibaca 1 kali
Tim peneliti dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Semarang saat melakukan penelitian inovasi di SMA Negeri 1 Gringsing, Kabupaten Batang. (Foto: UNNES untuk Suara Indonesia)
BERITA PLUS, BATANG — Tim peneliti dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Semarang melakukan penelitian inovasi media pembelajaran berbasis teknologi Augmented Reality (AR) melalui aplikasi InkHunter yang dipadukan dengan metode sandiwara games di SMA Negeri 1 Gringsing, Kabupaten Batang.
Ketua tim peneliti, Thriwaty Arsal, mengatakan penelitian tersebut difokuskan untuk meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran Sosiologi, khususnya materi penyimpangan sosial berupa perundungan (bullying).
“Pelaksanaan penelitian meliputi tahap identifikasi masalah, intervensi melalui penerapan media pembelajaran baru, hingga evaluasi hasil pembelajaran,” katanya, Rabu (13/5/2026).
Menurut dia, penggunaan media pembelajaran konvensional perlu diperkuat dengan perangkat yang lebih interaktif agar siswa mampu memahami materi abstrak secara lebih konkret dan menarik.
Ia menambahkan inovasi tersebut juga diarahkan untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan keempat tentang pendidikan berkualitas dan pemanfaatan teknologi digital dalam dunia pendidikan.
“Hasil penerapan media pembelajaran berbasis AR tersebut diharapkan dapat menjadi model inovasi pembelajaran bagi guru Sosiologi di Kabupaten Batang dan daerah sekitarnya,” ujarnya.
Sementara, Kepala SMA Negeri 1 Gringsing, Ari Diah Pramesti, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurut dia, kehadiran teknologi dalam kegiatan belajar mengajar dapat memberikan suasana baru di kelas sekaligus memotivasi siswa untuk lebih memahami dinamika sosial melalui metode yang menyenangkan.
“Melalui aplikasi InkHunter berbasis AR, siswa dapat memvisualisasikan objek maupun situasi sosial dalam bentuk tiga dimensi (3D),” ujarnya.
Ia mengatakan teknologi tersebut kemudian dipadukan dengan metode sandiwara games, di mana siswa terlibat aktif memainkan peran untuk memahami dinamika sosial serta dampak perilaku perundungan di lingkungan sekolah.
Kegiatan penelitian ini merupakan bagian dari skema Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang melibatkan dosen UNNES lainnya, yakni Hamdan Tri Atmaja dan Carolina Santi Muji.
Selain dosen, empat mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi juga diterjunkan langsung dalam proses pengambilan data dan pendampingan kelas, yakni Rania Melinda Puspita, Aisah Nurul Aini, Rahmadhani Sulistyawati, dan Satrio Bagus Pamungkas.
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Team Work |
| Editor | : Alfiana Putri |
