Zulhas Dorong Pesantren Banyuwangi Ambil Peran dalam Kemandirian Pangan
Bahrullah
– 14 May 2026 | 15:05 – Dibaca 13 kali
Menko Zulhas hadiri sarasehan ketahanan pangan di Ponpes Ibnu Sina Banyuwangi. (Foto: Istimewa).
BERITA PLUS, BANYUWANGI – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan swasembada pangan bukan hanya soal produksi pertanian, melainkan berkaitan dengan kehormatan bangsa dan kesejahteraan masyarakat desa.
Hal itu disampaikan Zulhas saat menghadiri Sarasehan Penguatan Ketahanan Pangan bertema “Meningkatkan Peran Serta Pesantren dalam Membangun Kemandirian Pangan” di Pondok Pesantren Pondok Pesantren Ibnu Sina, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, Kamis (14/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Zulhas didampingi Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono. Acara juga dihadiri pengasuh pondok pesantren, jajaran PCNU Banyuwangi, Muslimat NU, serta para santri.
Menurut Zulhas, pesantren memiliki peran penting dalam mendukung kemandirian pangan nasional karena selama ini kehidupan pesantren dan masyarakat desa sangat dekat dengan sektor pertanian serta ekonomi kerakyatan.
“Pesantren punya tradisi kuat bersama masyarakat desa. Dari pertanian, penyimpanan hasil panen, hingga ekonomi umat. Ini harus diperkuat kembali agar desa tidak hanya menjadi tempat produksi, tetapi juga pusat kesejahteraan,” kata Zulhas.
Ia menjelaskan, sektor pangan berkaitan langsung dengan kehidupan jutaan petani, nelayan, peternak, dan masyarakat desa di Indonesia. Karena itu, pemerintah terus mendorong kebijakan yang berpihak kepada rakyat kecil.
Zulhas mengatakan pemerintah saat ini juga melakukan pembenahan tata kelola pangan, termasuk menyederhanakan aturan distribusi pupuk subsidi agar lebih mudah diakses petani.
“Di sektor pupuk, aturan yang sebelumnya sangat banyak sekarang dipangkas sehingga distribusinya lebih cepat dan langsung diterima petani,” ujarnya.
Menurut dia, penyederhanaan regulasi tersebut berdampak pada meningkatnya serapan pupuk nasional dan produksi padi.
Selain itu, pemerintah juga memperkuat penyerapan gabah melalui Bulog, menyiapkan Koperasi Desa Merah Putih untuk mendukung distribusi kebutuhan masyarakat desa, hingga memperluas akses pembiayaan usaha rakyat dengan bunga lebih rendah.
Zulhas menambahkan, penguatan sektor pangan dan ekonomi desa menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, termasuk kalangan santri dan petani di daerah. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Bahrullah |
| Editor | : Mahrus Sholih |
