Kloter 38 UPG Embarkasi Makassar Asal Sultra Didominasi Jemaah Lansia, Diimbau Waspadai Dehidrasi
Petugas haji memberikan arahan kepada jemaah Kloter 38 UPG asal Sulawesi Tenggara sebelum keberangkatan menuju Tanah Suci di Embarkasi Makassar, Senin (18/5/2026) (Foto: Istimewa)
BERITA PLUS, MAKASSAR – Kelompok Terbang (Kloter) 38 UPG Embarkasi Makassar yang membawa jemaah haji asal Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi salah satu kloter dengan jumlah jemaah lanjut usia (lansia) terbanyak pada musim haji tahun ini.
Kondisi tersebut membuat petugas haji memberikan perhatian khusus terhadap kesiapan fisik para jemaah, terutama menjelang puncak ibadah haji di Armuzna atau Arafah, Muzdalifah, dan Mina yang dikenal sebagai fase paling menguras tenaga.
Ketua Kloter 38, Laode Alimaris, mengatakan rombongan yang dipimpinnya terdiri atas jemaah dari delapan kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara.
“Kloter ini terdiri dari jemaah asal Bombana, Baubau, Buton Selatan, Muna, Muna Barat, Konawe Utara, Kolaka, dan Kolaka Timur,” ujarnya sebelum keberangkatan dari Embarkasi Makassar.
Ia menjelaskan, jumlah jemaah lansia di Kloter 38 mencapai 142 orang. Bahkan, jemaah tertua tercatat berusia 89 tahun dan menggunakan kursi roda, sedangkan jemaah termuda masih berusia 16 tahun.
Menurut Laode, tingginya jumlah jemaah lansia membuat petugas kloter menerapkan langkah antisipatif agar kondisi kesehatan jemaah tetap stabil hingga seluruh rangkaian ibadah selesai.
“Kloter 38 ini termasuk gelombang akhir keberangkatan, sehingga waktu persiapan menuju Armuzna cukup singkat. Setelah tiba di Tanah Suci, fokus utama kami menyelesaikan umrah wajib, lalu jemaah diminta tidak terlalu memforsir tenaga untuk ibadah sunnah,” katanya.
Ia menegaskan, sekitar enam hari setelah tiba di Makkah, para jemaah sudah harus menghadapi fase Armuzna yang memerlukan kondisi fisik prima.
Selain faktor usia, cuaca ekstrem di Arab Saudi juga menjadi perhatian serius petugas haji. Suhu panas yang tinggi dinilai sangat berisiko memicu dehidrasi, terutama bagi jemaah lansia yang daya tahan tubuhnya lebih rentan.
Karena itu, petugas terus mengingatkan para jemaah agar disiplin menjaga asupan cairan selama berada di Tanah Suci.
“Jangan menunggu haus baru minum. Setiap 15 menit dianjurkan minum air meskipun hanya satu atau dua teguk,” ujar Laode.
Ia juga menyarankan para jemaah mengonsumsi cairan oralit guna membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh dan mencegah dehidrasi saat menjalani aktivitas ibadah di tengah cuaca panas Arab Saudi.
Kloter 38 merupakan kloter kedua terakhir asal Sulawesi Tenggara. Setelah kloter ini, masih ada Kloter 39 yang juga membawa jemaah asal Sultra dan akan bergabung dengan jemaah asal Sulawesi Selatan.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bombana, Surahman, optimistis seluruh jemaah tetap mampu menjalankan ibadah haji dengan baik meskipun sebagian besar berusia lanjut.
“Saya kira semua kuat dan sehat karena semangatnya untuk segera menunaikan ibadah kepada Tuhan,” katanya.
Ia juga mengimbau jemaah agar lebih memprioritaskan ibadah wajib dibanding ibadah sunnah demi menjaga kondisi fisik tetap prima hingga seluruh rangkaian ibadah haji selesai.
“Yang wajib harus diutamakan. Jaga kesehatan supaya seluruh rangkaian ibadah haji bisa dijalankan dengan baik dan jemaah dapat kembali sebagai haji yang mabrur,” ujarnya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Arya Rahmansyah |
| Editor | : Alfiana Putri |
