October 17, 2026

Pemkab Bondowoso Pacu UMKM Berdaya Saing Lewat Pekan PLUT Berkah 2026

0



Bahrullah
– 18 May 2026 | 17:05 – Dibaca 1 kali

Ekbis
Pemkab Bondowoso Pacu UMKM Berdaya Saing Lewat Pekan PLUT Berkah 2026

Foto bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Bondowoso, narasumber, dan peserta usai pembukaan Pekan PLUT KUMKM Berkah 2026 di Bondowoso, Senin (18/5/2026).

BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten Bondowoso mulai mengarahkan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar tidak sekadar bertahan di pasar lokal.

Melalui Pekan PLUT KUMKM Berkah 2026, pelaku usaha didorong mampu meningkatkan kualitas produk, memperkuat branding, hingga menembus pasar ekspor.

Kegiatan yang digelar pada 18 hingga 23 Mei 2026 itu menjadi ruang pembinaan terpadu bagi pelaku UMKM di Bondowoso.

Pemerintah daerah menilai perubahan pasar dan perkembangan teknologi digital menuntut pelaku usaha bergerak lebih cepat dan adaptif agar tidak tertinggal dalam persaingan.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bondowoso, Hergiar Yuli Pramanto, mengatakan penguatan kapasitas pelaku usaha menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing produk lokal di tengah terbukanya persaingan pasar.

Menurutnya, pengembangan UMKM tidak cukup hanya berhenti pada proses produksi. Pelaku usaha juga harus memahami kualitas kemasan, strategi pemasaran digital, hingga kemampuan membaca peluang pasar yang lebih luas.

“PLUT KUMKM Bondowoso saat ini telah diperkuat dengan dua konsultan pendamping, yakni Konsultan Produksi dan Konsultan Pemasaran. Kami berharap layanan pendampingan terhadap pelaku UMKM bisa berjalan lebih optimal,” ujarnya.

Selama enam hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai pelatihan tematik yang diarahkan untuk memperkuat kualitas usaha. Materi yang diberikan mulai dari strategi UMKM go ekspor, standarisasi produk kuliner, hingga penguatan digital marketing dan branding produk.

Tidak hanya itu, pelatihan juga menyasar sektor kreatif dan komoditas unggulan daerah. Pengolahan kopi pascapanen, desain kriya kreatif, roasting, hingga teknik grinding menjadi bagian dari materi pembinaan yang diberikan kepada peserta.

Pemkab Bondowoso tampak mulai serius mendorong hilirisasi kopi daerah sebagai salah satu sektor unggulan yang dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi. Bahkan, pengembangan energi alternatif berbasis limbah kopi turut dimasukkan dalam agenda pelatihan.

Langkah tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah tidak ingin UMKM hanya bergerak di sektor produksi mentah. Pelaku usaha mulai diarahkan untuk mampu menciptakan produk bernilai tambah agar lebih kompetitif di pasar nasional maupun internasional.

“Selain meningkatkan kapasitas usaha, kegiatan ini juga diarahkan untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang kolaboratif melalui keterlibatan komunitas, pelaku usaha, lembaga perbankan hingga dunia pendidikan,” ungkap Hergiar.

Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap Pekan PLUT KUMKM Berkah 2026 tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan.

Program tersebut diharapkan benar-benar mampu melahirkan UMKM yang lebih kompetitif, memiliki daya saing kuat, serta menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Bahrullah
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *