Kemenag Cilacap Rehab Rumah Warga Lewat Benah Rumah, Kolaborasi dengan LAZ dan BAZNAS
Prayitno, warga Desa Karangsari, Kecamatan Adipala, Cilacap salah satu penerima program Benah Rumah dari Kemenag Cilacap, kerjasama dengan LAZ dan BAZNAS. (Foto: dok. Suara Indonesia)
BERITA PLUS, CILACAP – Sejumlah rumah warga tidak layak huni direhab oleh Kementerian Agama (Kemenag) Cilacap melalui program Benah Rumah.
Dalam program Benah Rumah ini, Kemenag berkolaborasi dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang ada di wilayah Kabupaten Cilacap serta Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).
Adapun program sosial Kemenag Cilacap ini telah berjalan sejak 2022 lalu, dengan menyasar rumah warga, yang kondisinya sudah tidak layak huni.
Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Cilacap Sri Endah Sukmawati mengatakan program Benah Rumah ini, sebagai wujud kepedulian Kemenag Cilacap terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Dalam hal ini, mereka supaya memiliki rumah yang layak huni, nyaman untuk ditempati, dan sehat untuk keluarganya. Harapan kami, rumah itu menjadi Baiti jannati,” ujarnya kepada wartawan, Senin (25/5/2026).
“Jadi ini sinergitas lembaga zakat yang ada di Kabupaten Cilacap, kemudian disupport dan dikoordinir oleh kami dari Kemenag Cilacap,” imbuh Endah.
Selain wujud peduli, program tersebut juga bertujuan membantu pemerintah, dalam mengentaskan kemiskinan, khususnya di Kabupaten Cilacap. “Untuk tahun ini, yang sudah dilaksanakan ada enam rumah,” ungkap Endah.
“Untuk mekanismenya, berdasarkan usulan dari lembaga yang terlibat, kemudian kami survei. Untuk satu benah rumah, anggaran sekitar Rp20 juta. Kalau dalam prakteknya lebih, maka kekurangannya itu ditanggung lembaga yang mengusulkan,” lanjutnya.
Dalam pelaksanaan di lapangan, terdapat tim yang ditunjuk oleh Kemenag Cilacap untuk melaksanakan benah rumah, dan pemilik rumah hanya sebagai penerima manfaat.
“Kami punya tim untuk menggarap rumah tersebut sampai menjadi layak huni. Jadi tim kita yang mengelola, sesuai dengan anggaran,” tutur Endah.
Sementara terkait pembiayaan benar rumah ini, ditanggung oleh pihak yang terlibat di dalam program tersebut. “Semua pihak yang terlibat, UPZ Kemenag, LAZ dan BAZNAS, kami iuran bersama untuk pembiayaannya,” kata Endah.
“Ada sebelas lembaga yang terlibat, dan iurannya sesuai dengan kemampuan lembaganya. Ada yang kontribusi Rp2 juta, ada juga yang kontribusi Rp3,5 juta dalam satu kegiatan,” tandasnya.
Endah melanjutkan, program benah rumah ini dimulai bulan Januari 2026 kemarin, dengan penerima Mustakim, warga Desa Kesugihan Kidul, Kecamatan Kesugihan, Ade Yusuf, warga Kelurahan Donan, dan Wagimin, warga Kelurahan Sidanegara, Kecamatan Cilacap Tengah.
Kemudian di bulan Maret, program benah rumah ini diterima Ngatiyem, warga Desa Adipala, Kecamatan Adipala, dilanjutkan bulan April rumah milik Riyanto warga Kelurahan Kebon Manis, Kecamatan Cilacap Utara.
Sedangkan di bulan Mei, diungkapkan Endah diterima Prayitno, warga Desa Karangsari, Kecamatan Adipala. “Untuk sekarang ada dua rumah, sedang kami survei mulai hari ini yaitu rumah milik Bapak Jumartono di Kelurahan Tegalreja, Kecamatan Cilacap Selatan dan di desa Alangamba,” tandasnya.
Kemenag Cilacap menargetkan tahun 2026 ini lebih dari 12 rumah warga dibenah. “Ini saja total sudah enam rumah, dan sampai akhir Juni nanti jadi delapan rumah,” ucap Endah.
Diharapkan dengan adanya program benah rumah ini, semakin banyak masyarakat, khususnya yang memiliki rumah, namun tidak layak huni menjadi layak huni.
“Harapannya tentu semakin meningkat dari tahun ke tahun ya, dan sinergitas ini terus berkelanjutan karena kami ingin menyentuh semua lapisan, sehingga semakin banyak rumah masyarakat yang tadinya tidak layak huni menjadi layak huni,” ujar Endah.
“Kalau tahun kemarin kami bisa enam belas rumah yang dibenah, tahun ini ya minimal sama, syukur-syukur bisa meningkat,” pungkasnya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Satria Galih Saputra |
| Editor | : Alfiana Putri |
