Tali Pengikat Putus Akibat Stres Berat, Petugas Gabungan Tembak Bius Sapi Kurban di Gresik
Petugas gabungan meliputi Damkar Gresik dan BKSDA Jatim bersama warga saat mengevakuasi sapi kurban yang terlepas dari tali ikatan akibat stres berat.
BERITA PLUS, GRESIK – Petugas gabungan meliputi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Kabupaten Gresik bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur terpaksa menembak obat bius seekor sapi kurban di Masjid Al Hasan, Perumahan Pongangan Indah (PPI), Desa pongangan, Kecamatan Manyar. Sapi yang berasal dari peternak Lamongan tersebut dilumpuhkan setelah terlepas dari tali ikatan sejak siang hari akibat mengalami stres berat.
Peristiwa bermula saat seekor sapi kurban di Masjid Al hasan, Perumahan Pongangan Indah (PPI) diketahui terlepas dari pengikat talinya pada Selasa (26/5/2026) siang. Kemudian seorang bernama Sining bersama warga yang mengetahui mencoba menangkap sapi tersebut, tetapi usaha mereka gagal karena sapi berwarna coklat itu dalam kondisi stres berat.
Kemudian mereka mendatangkan penjual sapi itu, tetapi juga belum bisa menenangkan dan menangkapnya. Upaya tak kunjung membuahkan hasil hingga malam, warga akhirnya berinisiatif untuk melaporkan kejadian tersebut ke pihak Damkar Gresik.
“Setelah menerima laporan, personil Damkar Gresik Pos Kota langsung bergegas menuju lokasi. Namun sesampainya di lokasi, personil pun belum bisa menenangkan dan menangkap sapi yang lepas tersebut,” kata Kepala Damkarla Gresik Suyono, Rabu (27/5/2026).
Suyono mengungkapkan, personil Damkar Gresik Pos Kota kemudian mendatangkan dokter hewan. Setelah melalui musyawarah, akhirnya disepakati untuk memanggil pihak BKSDA Jawa Timur agar membantu menembak bius sapi tersebut karena dalam kondisi stres berat, sehingga sulit untuk menenangkan dan menangkapnya.
“Menurut dokter hewan disarankan agar sapi ditembak bius karena sapi tersebut stres berat jadi sulit untuk menenangkan dan menangkapnya. Setelah pihak BKSDA dan obat bius hewan dari Dinas Peternakan Lamongan datang, proses penembakan obat bius akhirnya dimulai,” terangnya.
Proses penembakan obat bius dilakukan sampai beberapa kali. Hingga akhirnya menembus kulit sapi tersebut dan berhasil ditangkap oleh personil dan warga.
“Proses penembakkan obat bius sampai beberapa kali ke sapi yang lepas dan alhamdulillah akhirnya sapi pun lemas dan berhasil ditangkap,” jelasnya.
Sebagai informasi, proses evakuasi sapi kurban yang terlepas dari tali ikatan akibat mengalami stres berat tersebut juga melibatkan Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Gresik, Rumah Potong Hewan (RPH) Pulopancikan, Distan Lamongan, dan Takmir Masjid serta warga sekitar.
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Rifki Ahmad |
| Editor | : Alfiana Putri |
