Ketua DPRD Jateng Ajak Generasi Muda Lestarikan Wayang Kulit
Team Work
– 29 May 2026 | 08:05 – Dibaca 45 kali
Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto, memberikan sambutan saat pagelaran wayang kulit lakon “Gatotkaca Sungging” di Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, belum lama ini. (Foto: DPRD Jateng untuk Suara Indonesia)
BERITA PLUS, KARANGANYAR – Suasana Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, tampak semarak saat ratusan warga memadati pagelaran wayang kulit bersama Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto, belum lama ini.
Pagelaran budaya yang rutin digelar setiap selapan tersebut menghadirkan lakon “Gatotkaca Sungging” yang dibawakan oleh dua dalang, Ki Sudarsono dan Ki Sukino Jati. Acara semakin meriah dengan hiburan tambahan dari grup dangdut klasik Dejavu asal Desa Suruh.
Kegiatan yang berlangsung di kediaman Sumanto itu tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi upaya menjaga dan melestarikan budaya Jawa di tengah perkembangan zaman.
“Wayang itu bukan hanya tontonan, tetapi juga tuntunan. Banyak nilai kehidupan yang bisa dipelajari dan diwariskan kepada generasi muda,” kata Sumanto.
Ia menilai wayang kulit mengandung pesan moral, filosofi hidup, hingga nilai kearifan lokal yang perlu terus dijaga agar tidak tergerus modernisasi.
Menurut dia, keterlibatan generasi muda menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan seni tradisional agar tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Sumanto mengatakan lakon “Gatotkaca Sungging” mengandung pesan tentang kepahlawanan, kejujuran, dan pengabdian yang relevan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui pagelaran seperti ini, kita ikut nguri-uri budaya Jawa yang menjadi identitas dan kebanggaan bersama,” ujarnya.
Ia berharap pagelaran wayang kulit tetap rutin digelar sebagai sarana hiburan rakyat sekaligus memperkuat jati diri bangsa melalui pelestarian budaya tradisional.
Lakon “Gatotkaca Sungging” sendiri berkisah tentang perjuangan Gatotkaca membangun kesatrian di Kerajaan Pringgondani yang mendapat penolakan dari pihak Astina hingga memicu peperangan. Cerita tersebut berakhir dengan kemenangan pihak Gatotkaca setelah Hanoman turun tangan mengalahkan Prabu Wasawala.
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Team Work |
| Editor | : Alfiana Putri |
