October 16, 2026

Proyek Drainase Memakan Korban, Ketua DPRD Surabaya Warning Kontraktor Nakal

0


News
Proyek Drainase Memakan Korban, Ketua DPRD Surabaya Warning Kontraktor Nakal

Ketua DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri atau akrab disapa Ipuk (jaket merah) melakukan takziah ke rumah duka korban kecelakaan di Jalan Margorejo Indah. (Foto: Lukman/Suara Indonesia)

BERITA PLUS, SURABAYA – Ketua DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri atau yang akrab disapa Ipuk melakukan takziah ke rumah duka korban kecelakaan yang tercebur di gorong-gorong proyek saluran air di Jalan Margorejo Indah.

Korban meninggal dunia (LE) saat itu sedang berboncengan dengan suami (EP) melintasi Jalan Margerojo Indah pada Jumat (12/6/2026) malam WIB. Sepeda motor pasangan suami istri tersebut dilaporkan tercebur ke proyek gorong-gorong saluran air.

Menurut pengakuan dari suami korban, saat dirinya melintas mengendarai sepeda motor di sekitar area proyek tidak ada pembatas atau tanda pengaman.

“Tidak ada (tanda pengaman) sama sekali. Kondisi jalan tidak macet,” ungkap suami korban.

Syaifuddin Zuhri datang dengan membawa rasa bela sungkawa kepada keluarga korban. Sebagai Ketua DPRD Surabaya, Ipuk menyesalkan pengerjaan proyek gorong-gorong saluran air harus berujung memakan korban nyawa.

“Kalau tidak ada jaring pengaman, ya pasti membuat celaka (pengendara), dan itu tidak menjalankan ketentuan atau peraturan pelaksanaan kegiatan milik jalan,” kata Ipuk selepas takziah di rumah duka korban yang berada di Jalan Kawatan VII, Surabaya, Sabtu (13/6/2026).

Ia menegaskan, segala pengerjaan proyek yang berada di jalan raya harus memenuhi standar (SOP), terutama menjamin keamanan bagi masyarakat sekitar.

“Apalagi ini cuma box culvert. Artinya ada jaring pengaman yang memastikan itu ada kegiatan (proyek) yang tidak membahayakan orang. Barrier harus rapat, juga ada tanda lampu,” ujar Sekretaris DPC PDIP Surabaya itu.

Ia berharap kejadian kecelakaan yang diakibatkan pengerjaan proyek tidak terulang kembali. Oleh karena itu, Ipuk mendesak dinas terkait (PU) untuk terus melakukan kontrol terhadap proyek yang sedang berjalan, terutama perihal fasilitas pengaman.

“Ini menjadi warning bagi PU agar seluruh proyek diawasi, apakah seluruh proyek memungkinkan memenuhi syarat kelayakan untuk keamanan, itu harus,” tegas dia.

Selain itu Ipuk juga mengimbau Komisi C DPRD Surabaya yang membidangi pembangunan untuk sering melakukan kontrol dengan cara turun memantau (sidak) secara langsung ke berbagai proyek yang sedang berjalan.

“Karena kalau dengan adanya pembiaran maka pastinya akan terjadi terus menerus seperti ini. Apalagi kontraktor-kontraktor yang nakal harus disikapi,” tandasnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Lukman Hadi
Editor : Mahrus Sholih





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *