October 17, 2026

Poliwangi Latih UMKM di Rogojampi Kelola Keuangan dan Kemasan Produk

0


News
Poliwangi Latih UMKM di Rogojampi Kelola Keuangan dan Kemasan Produk

Poliwangi dorong UMKM naik kelas lewat perbaikan kemasan dan pembukuan. (Foto: Istimewa).

BERITA PLUS, BANYUWANGI – Tim dosen Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) mendampingi pelaku UMKM yang tergabung dalam Ikatan Wanita Berlian (IWB) di Desa Gitik, Kecamatan Rogojampi.

Pendampingan dilakukan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang berfokus pada penguatan usaha produk eco-enzyme melalui perbaikan kemasan dan pembukuan sederhana.

Ketua tim pengabdian, Sandryas Alief Kurniasanti, S.ST., M.M., mengatakan program tersebut bertujuan meningkatkan daya saing sekaligus memperkuat tata kelola usaha anggota IWB.

“Kami ingin membantu pelaku usaha tidak hanya menghasilkan produk yang baik, tetapi juga mampu mengelola usaha secara lebih tertib dan berkelanjutan,” ujar Sandryas, Kamis (18/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, tim pengabdian menemukan sejumlah kendala yang masih dihadapi pelaku usaha, terutama dalam pengelolaan keuangan dan penentuan harga jual produk.

Banyak anggota IWB masih mencampur uang usaha dengan kebutuhan rumah tangga sehingga kesulitan mengetahui keuntungan maupun perkembangan usahanya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, peserta diberikan pelatihan pembukuan sederhana, termasuk pencatatan modal, pemasukan, pengeluaran, dan keuntungan usaha.

Tim pengabdian juga mengenalkan aturan dasar pengelolaan keuangan usaha dengan memisahkan uang pribadi dan uang usaha agar modal tetap terjaga.

Selain itu, anggota IWB diajak memahami pentingnya mengembalikan modal produksi terlebih dahulu sebelum menghitung laba yang diperoleh dari penjualan.

“Pembukuan bukan sesuatu yang rumit. Dengan pencatatan sederhana, pelaku usaha dapat mengetahui kondisi keuangan usahanya secara lebih jelas,” kata Sandryas.

Pendampingan juga mencakup perbaikan kemasan produk eco-enzyme agar lebih menarik dan memiliki nilai tambah sehingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Program tersebut turut melibatkan anggota tim pengabdian Shinta Setiadevi, S.TP., M.M., Novilia Kareja, S.E., M.A., serta mahasiswa Shakila Rita Karista dan Mareta Vira Aulia.

Melalui kegiatan itu, anggota IWB diharapkan mampu mengelola usaha secara lebih profesional, menjaga stabilitas modal, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Produk eco-enzyme yang dihasilkan anggota IWB merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik yang dimanfaatkan sebagai pembersih rumah tangga, pupuk organik, hingga pestisida alami. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Mahrus Sholih





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *