Gelar Gebyar PAUD 2026, Pemkab Lamongan Dorong Penguatan Pendidikan Sejak Usia Dini
Irqam
– 23 June 2026 | 08:06 – Dibaca 227 kali
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyapa anak-anak dalam kegiatan Gebyar PAUD Lamongan 2026. (Foto: Diskominfo Lamongan)
BERITA PLUS, LAMONGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan melalui Dinas Pendidikan (Disdik) menggelar Gebyar PAUD Lamongan 2026 di Alun-Alun setempat pada Senin (22/6/2026).
Kegiatan tahunan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan koordinasi, kolaborasi, serta sinergi dalam mendukung program pemerintah wajib belajar 13 tahun, juga peningkatan layananan PAUD yang lebih baik.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi menyebut, kegiatan ini menegaskan ketangguhan daerah tidak hanya ditentukan oleh sumber daya alam dan infrastruktur, namun yang paling utama adalah kualitas sumber daya manusia, yang diawali dari pendidikan anak usia dini.
“Pemerintah Kabupaten Lamongan menapaki tiga ikhtiar besar dalam penguatan PAUD. Pertama mensukseskan wajib belajar 1 tahun prasekolah dengan prinsip tidak ada satupun anak di Lamongan ini yang kehilangan hak pendidikan usia dini,” katanya.
Bupati Lamongan yang akrab disapa Pak Yes ini menambahkan digitalisasi PAUD yang bijak menjadi penting. Mengingat anak-anak adalah generasi digital, namun teknologi harus menjadi alat belajar bukan mengganti kasih sayang.
Penguatan melalui tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, lanjut Pak Yes, akan membentuk anak yang tidak hanya cerdas tetapi juga sehat, disiplin, mandiri, berkarakter, dan berakhlak mulia. “Di sinilah peran orang tua dan peran guru sebagai teladan yang menjadi kunci utamanya,” ujar Pak Yes.
Ia mengatakan, hasil ikhtiar itu menunjukkan capaian positif terhadap IPM Lamongan, yakni sebesar 76,80 dan di atas rata-rata Provinsi Jawa Timur maupun di atas rata-rata nasional.
“Selain itu, indeks pendidikan Lamongan saat ini sebesar 0,68 dengan rata-rata lama sekolah 8,73 tahun dan harapan lama sekolah 14,04 tahun, juga diatas rata-rata yang diharapkan,” ungkap Pak Yes.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, Shodikin mengungkapkan bahwa Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD Lamongan untuk usia 3 sampai 6 tahun mencapai 87,73 persen, dan Angka Partisipasi Sekolah (APS) usia 5 hingga 6 tahun sudah mencapai 99,51 persen. “Artinya Lamongan sangat siap untuk mendukung wajib belajar 13 tahun, ini fondasinya di PAUD,” ucapnya.
Widyaprada Ahli Utama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Abdul Kahar menambahkan, Kemendikdasmen saat ini tengah menggalakkan pendidikan bermutu dengan tiga pilar, yakni inklusif, revitalisasi, dan digitalisasi pendidikan.
Lamongan dengan APK yang melampaui rata-rata nasional dan lama belajar yang juga sama mengalahkan rata-rata nasional yang baru 8,6 tahun telah memenuhi aspek inklusif dalam penyelenggaraan pendidikan bermutu.
“Prioritas selanjutnya adalah wajib belajar 1 tahun pra sekolah. Sebuah hasil penelitian membuktikan bahwa anak yang sudah pernah duduk minimal 1 tahun di TK sebelum masuk SD itu jauh lebih siap untuk menerima pembelajaran,” katanya.
“Dari sekian lomba, dongeng bersama ayah bunda ini sebuah contoh yang luar biasa yang patut kita apresiasi. Gebyar PAUD tahun 2026 ini tolong kita buatkan sebuah indikator kinerja, setiap tahunnya lebih baik dan berdampak. Apresiasi yang luar biasa tentunya dengan Gebyar PAUD ini adalah satu momentum milestone Kota Lamongan yang bisa kita banggakan di masa yang akan datang,” sambung Kahar.
Sekedar diketahui, Bupati Lamongan juga melaunching secara langsung Kurikulum Learning Environment (LENTERA) berbasis Tradisi dan Akar Budaya Lamongan).
Kurikulum LENTERA merupakan salah satu langkah strategis dalam mendukung terwujudnya Visi Kabupaten Lamongan Tahun 2025–2030, yaitu “Terwujudnya Lamongan yang Maju, Berkelanjutan, Berdaya Saing, Adil dan Sejahtera”.
Melalui pembentukan generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, kreatif, inovatif, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan budaya daerahnya.
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Irqam |
| Editor | : Alfiana Putri |
