October 17, 2026

Kemenko Pangan Cek Harga Sembako di Banyuwangi, Pasokan Beras hingga Daging Dipastikan Aman

0


News
Kemenko Pangan Cek Harga Sembako di Banyuwangi, Pasokan Beras hingga Daging Dipastikan Aman

Petugas dari Kemenko Pangan memantau harga bahan pokok di Pasar Rogojampi, Banyuwangi. (Foto: Muhammad Nurul Yaqin/suaraindonesia.co.id).

BERITA PLUS, BANYUWANGI – Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok di Pasar Rogojampi, Banyuwangi, Minggu (5/7/2026). Kegiatan ini bertujuan memastikan stok pangan tetap mencukupi serta harga komoditas strategis berada dalam kondisi stabil.

Pemantauan dipimpin Staf Ahli Menteri Koordinator Bidang Pangan untuk Ekonomi Maritim Sugeng Santoso bersama Asisten Deputi Stabilisasi Harga Pangan Siradj Parwito. Turut mendampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Banyuwangi Suratno serta Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi Danang Hartanto.

Asisten Deputi Stabilisasi Harga Pangan Siradj Parwito mengatakan tim memeriksa sejumlah komoditas utama, seperti beras, telur, ayam, hingga daging sapi. Berdasarkan hasil pemantauan, harga masih relatif terkendali.

“Hasil pemantauan kami di lapangan, harganya dalam kondisi terkendali. Harga telur yang sempat turun kini kembali normal di kisaran Rp23 ribu per kilogram di tingkat konsumen,” ujarnya.

Harga daging sapi juga masih berada pada kisaran Rp140 ribu per kilogram untuk daging campuran dan Rp150 ribu per kilogram untuk kualitas premium. Meski demikian, para pedagang berharap pasokan dari rumah potong hewan dapat ditambah agar stok tetap terjaga.

Untuk komoditas ayam potong, harga di Pasar Rogojampi tercatat sekitar Rp28 ribu per kilogram. Saat permintaan meningkat, seperti ketika Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan, harga dapat naik hingga Rp34 ribu sampai Rp35 ribu per kilogram.

Siradj juga memastikan distribusi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Banyuwangi berjalan lancar. Setiap pekan, sekitar dua ton beras SPHP disalurkan ke Pasar Rogojampi dan selalu habis terserap masyarakat.

“Kami senang disini SPHP banyak peminatnya. Kami juga mengecek harga minyak, juga tidak ada masalah. Sementara yang dikeluhkan pedagang adalah kenaikan harga plastik kemasan akibat dampak geopolitik global yang mengganggu impor plastik kita,” sambungnya.

Menurut Siradj, Pasar Rogojampi merupakan salah satu pasar yang masuk dalam program pemantauan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SP2HP), sehingga perkembangan harga berbagai komoditas penyumbang inflasi dapat dipantau secara berkala.

Salah seorang pedagang daging sapi, Yuyun, mengaku harga jual saat ini masih stabil. Namun, permintaan cenderung menurun karena aktivitas hajatan masyarakat berkurang selama bulan Muharam.

“Di bulan ini memang jarang orang punya hajatan. Sehingga stok saya kurangi. Kalau lagi ramai itu bisa habis sekitar 1,5 kuintal sehari,” katanya.

Sementara itu, pedagang beras Bayu mengatakan stok beras di tokonya mencapai lima hingga enam ton. Menurutnya, beras SPHP dengan harga Rp58 ribu per kemasan menjadi produk yang paling banyak diminati pembeli.

“SPHP paling cepat habis karena harganya paling terjangkau,” ujarnya.

Di sisi lain, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Banyuwangi Suratno menyebut produksi padi Banyuwangi selama Januari hingga Juni 2026 mencapai 377.952 ton gabah kering giling (GKG) dari luas panen 57.015 hektare. Produksi tersebut setara 255.257 ton beras dengan produktivitas rata-rata 6,63 ton per hektare.

“Produksi tersebut setara 255.257 ton beras dengan produktivitas rata-rata 6,63 ton per hektare. Alhamdulillah Banyuwangi selalu surplus beras tiap tahunnya,” ujar dia.

Kepala Bulog Banyuwangi Dwiana Puspitasari menambahkan, cadangan beras yang tersimpan di gudang Bulog saat ini mencapai sekitar 129 ribu ton. Stok tersebut dinilai cukup memenuhi kebutuhan masyarakat Banyuwangi sekaligus mendukung distribusi ke sejumlah daerah lain.

“Stok sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Banyuwangi juga menyuplai kebutuhan beras ke Papua, NTT, dan Bali sebagai bagian dari pemerataan stok nasional,” kata Dwiana. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *