Konferda II PA GMNI NTT Dibuka, Yoseph Dasi Djawa Ajak Kader Kenang Momen 1999
Pembukaan Konferensi Daerah (Konferda) PA GMNI NTT di Hotel Sasando Internasional Kupang. (Foto: Roland/suaraindonesia.co.id)
BERITA PLUS, NTT – Pembukaan Forum Konferensi Daerah (Konferda) II Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Nusa Tenggara Timur (NTT) diselimuti suasana emosional dan nostalgia.
Acara yang berlangsung di Hotel Sasando internasional Kupang, Sabtu (18/7/2026) ini, menjadi panggung refleksi sejarah sekaligus menjadi komitmen para alumni untuk mengawal masa depan bumi Flobamora.
Dalam sambutannya Ketua DPD PA GMNI Nusa Tenggara Timur Yoseph Dasi Djawa mengajak seluruh kader dan undangan yang hadir untuk mengingat kembali perjalanan GMNI sejak tahun 1999.
Tahun tersebut dinilai Yoseph sebagai momentum krusial bagi keluarga besar GMNI di NTT. ”Tahun 1999 adalah momentum penting di mana kita merapatkan barisan dan menghantarkan putra-putri terbaik kita untuk menempati posisi-posisi politik, birokrasi, dan sektor pelayanan publik lainnya,” ujarnya.
Pada masa tersebut, kader-kader GMNI berhasil menunjukkan soliditas organisasi yang kemudian melahirkan berbagai figur publik yang berkiprah di tingkat daerah maupun nasional.
Menurut Yoseph, alumni GMNI NTT telah memberikan kontribusi nyata dalam berbagai sektor strategis, mulai dari dunia politik, pemerintahan, birokrasi, pendidikan, hingga pelayanan sosial kemasyarakatan.
Ia menambahkan, keberhasilan kader-kader GMNI di masa lalu tidak diperoleh secara instan, melainkan melalui proses panjang kaderisasi, konsolidasi organisasi, serta komitmen terhadap nilai-nilai perjuangan kebangsaan.
Karena itu, Konferda II tidak sekadar menjadi agenda pergantian kepengurusan, melainkan ruang refleksi untuk memastikan organisasi tetap relevan dalam menjawab tantangan pembangunan dan dinamika sosial-politik yang terus berkembang.
Bukan tanpa alasan, pemilihan hotel Sasando sebagai lokasi Konferda II merupakan alasan sejarah. Sebab pada tahun 1999 saat itu banyak pihak meragukan kesiapan NTT, namun tempat tersebut menjadi saksi bisu pelaksanaan Kongres GMNI.
Hingga pada tahun 2026 ini, banyak pihak yang berpaling, namun PA GMNI NTT mengambil keputusan berani untuk kembali menggelar kegiatan besar di tempat ini. Ini adalah bentuk kesadaran kritis kita untuk belajar dari proses sejarah,” tegasnya.
Bukan sekadar bernostalgia, Ketua DPD PA GMNI NTT juga memanfaatkan momentum ini untuk menyampaikan otokritik yang tajam terhadap kebijakan pembangunan nasional.
Menyoroti wilayah NTT yang didominasi oleh lautan sekitar 73 persen wilayah perairan dan hanya 27 persen daratan, ia mengkritik cara pandang pemerintah pusat yang dinilai masih mendegradasi potensi daerah kepulauan.
Pemerintah pusat dinilai masih memisahkan regulasi antara daratan dan lautan secara kaku. Formula DAU (Dana Alokasi Umum) dan DAK (Dana Alokasi Khusus) dinilai belum berpihak pada luas laut, melainkan hanya menghitung luas daratan.
Sekretaris Jenderal DPP PA GMNI, Abdi Yuhana, yang hadir untuk membuka acara secara resmi, menyatakan rasa kagumnya terhadap capaian PA GMNI NTT.
Ia menyebut Konferda NTT kali ini sangat istimewa karena dipenuhi oleh cerita sukses (success stories) distribusi kader yang nyata di lapangan.
Hal itu membuktikan bahwa, PA GMNI NTT benar-benar menjadi sumber kader yang solid dan mampu mengisi ruang-ruang strategis demi kemajuan daerah,” pungkas Abdi
Acara yang dihadiri oleh tokoh-tokoh senior seperti Anggota DPR RI Andreas Hugo Pareira (AHP), Wakil Rektor III Undana Dr. Rudi Rohi, serta tokoh politik lokal seperti Yunus Takandewa Ketua DPD PDI Perjuangan NTT.
Melalui lagu kebangsaan Indonesia Raya tiga stanza yang dinyanyikan dengan khidmat, para alumni diingatkan bahwa mencintai Indonesia harus dimulai dengan mencintai dan membangun daerahnya sendiri.
Konferda II ini diharapkan mampu melahirkan gagasan-gagasan segar dan strategis dari NTT untuk Indonesia yang lebih adil dan makmur.
Kegiatan Pembukaan konferda ll Persatuan Alumni DPD GMNI NTT ditutup dengan pemukulan gong yang di lakukan oleh Sekertaris jendral PA DPP dan di saksi oleh seluruh alumni GMNI NTT. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Rolandus Tahoni |
| Editor | : Alfiana Putri |
