October 16, 2026

FMNN Ingatkan Seluruh Pihak Jaga Narwah Muktamar NU

0


News
FMNN Ingatkan Seluruh Pihak Jaga Narwah Muktamar NU

Ketua Forum Muda Nahdliyin Nusantara (FMNN), Husnul Hakim Sadad. (Foto: Istimewa)

BERITA PLUS, MALANG – Forum Muda Nahdliyin Nusantara (FMNN) secara resmi mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh pihak agar menjaga kesucian, kemandirian, dan marwah Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35.

FMNN mendesak agar forum tertinggi warga Nahdliyin ini dibebaskan dari segala bentuk intervensi kekuasaan dan tidak dijadikan arena mobilisasi instrumen negara demi memenangkan kandidat tertentu.

Ketua FMNN, Husnul Hakim Sadad, menyatakan bahwa bermunculannya figur-figur terbaik yang siap memimpin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) adalah bukti melimpahnya stok kepemimpinan dalam organisasi. 

Nama-nama tokoh yang mencuat ke publik antara lain Gus Yusuf Khudlori (mantan Ketua DPW PKB Jawa Tengah), Gus Rozin (Ketua PWNU Jawa Tengah), Gus Kikin (Ketua PWNU Jawa Timur), serta petahana Gus Yahya Cholil Staquf.

FMNN juga menyoroti sinyal majunya Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, yang beberapa waktu lalu secara mendadak mengikuti kaderisasi Pendidikan Menengah Kepemimpinan (PMK) NU di Gresik.

“Semua kader NU memiliki hak konstitusional organisasi untuk maju, baik dari kalangan pesantren, akademisi, maupun struktural. Namun, menjadi persoalan besar jika kontestasi ini mulai menyeret dan menggunakan instrumen negara untuk mengintervensi suara di bawah,” ujar Husnul Hakim Sadad kepada Suara Indonesia, Sabtu (25/7/2026).

Mantan Ketua PC GP Ansor Kabupaten Malang tersebut menilai, keterlibatan pejabat tinggi negara yang memiliki jejaring birokrasi luas memicu potensi konflik kepentingan yang nyata.

Kementerian Agama (Kemenag), misalnya, memiliki struktur komando yang masif hingga tingkat kabupaten/kota, serta jejaring Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN/UIN) di seluruh Indonesia. 

“Struktur birokrasi tersebut dibiayai oleh uang rakyat melalui APBN untuk melayani kepentingan publik, bukan untuk melayani syahwat politik atau mobilisasi pemenangan kontestasi ormas,” kata Husnul.

“Kami berharap para Kepala Kantor Kemenag dan Rektor UIN di seluruh Indonesia menjaga jarak yang tegas dan tidak ikut melakukan intervensi kepada Ketua-Ketua PCNU selaku pemilik suara,” tambahnya.

Lebih lanjut, Pria yang menjadi Dekan FISIP UNIRA Malang tersebut, mengungkapkan adanya indikasi pergerakan tidak wajar di lapangan. Sejumlah oknum dari instrumen birokrasi terpantau mulai melakukan manuver di daerah-daerah.

“Padahal sebelumnya tidak pernah sowan ke Ketua PCNU, tetapi menjelang muktamar ini, ada beberapa yang dilaporkan sudah mulai rajin berkunjung ke rumah-rumah Ketua PCNU. Ini sinyal yang harus kita waspadai bersama,” ungkapnya.

Di akhir keterangannya, FMNN menegaskan bahwa hubungan antara Kemenag dan NU adalah hubungan kemitraan strategis, bukan hubungan komando horizontal.

FMNN menyatakan tidak akan tinggal diam jika mencium adanya upaya sistematis yang mencederai prinsip good governance dan netralitas birokrasi demi menggerogoti independensi NU.

“Jika di kemudian hari ditemukan bukti kuat penggunaan instrumen negara secara terstruktur untuk mengintervensi Muktamar, FMNN akan menyuarakan penolakan secara terbuka demi menjaga marwah, kemandirian, dan kehormatan Nahdlatul Ulama,” tutup Husnul. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Aditya Mahatva Yodha
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *