October 16, 2026

HIPMI Banyuwangi Diminta Jadi Penggerak Ekonomi, Bupati Ipuk: Ciptakan Inovasi dan Lapangan Kerja

0


News
HIPMI Banyuwangi Diminta Jadi Penggerak Ekonomi, Bupati Ipuk: Ciptakan Inovasi dan Lapangan Kerja

Bupati Ipuk menghadiri pelantikan pengurus HIPMI Banyuwangi periode 2026-2029. (Foto: Istimewa).

BERITA PLUS, BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengajak Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Banyuwangi mengambil peran lebih besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, organisasi pengusaha muda harus menjadi wadah lahirnya inovasi, pencipta lapangan kerja, sekaligus penguat ekonomi lokal.

Pesan tersebut disampaikan Ipuk saat menghadiri pelantikan Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI Banyuwangi masa bakti 2026–2029 di Pendopo Sabha Swagata, Kamis (30/7/2026) malam.

Prosesi pelantikan dipimpin Ketua Umum Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI Jawa Timur Ahmad Salim Assegaf. Dalam kesempatan itu, Dio Arli Rahadi resmi dikukuhkan sebagai Ketua BPC HIPMI Banyuwangi periode 2026–2029, didampingi Wakil Ketua Umum Arvy Rizaldy.

Ipuk mengucapkan selamat kepada jajaran pengurus yang baru dilantik sekaligus berharap kepengurusan baru mampu membawa organisasi semakin berkontribusi bagi pembangunan daerah.

“Selamat kepada pengurus HIPMI yang telah dilantik. Semoga mampu menjalankan amanah dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Banyuwangi,” ujar Ipuk.

Menurut Ipuk, pergantian kepengurusan tidak boleh dimaknai sebatas agenda organisasi. Lebih dari itu, HIPMI diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kapasitasnya dalam memperkuat perekonomian daerah.

“Anak muda adalah motor penggerak perekonomian daerah. Karena itu HIPMI harus menjadi lokomotif lahirnya inovasi, lapangan kerja, dan kemandirian ekonomi daerah. Hadapi tantangan dengan data, jejaring, inovasi, disiplin, serta keberanian mengambil keputusan,” katanya.

Ipuk juga menyoroti tantangan ekonomi global yang masih dipengaruhi dinamika geopolitik, fluktuasi pasar, hingga gangguan rantai pasok. Di tengah kondisi tersebut, Banyuwangi tetap mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,65 persen pada 2025, lebih tinggi dibandingkan rata-rata Jawa Timur 5,33 persen maupun nasional 5,11 persen.

Selain itu, tingkat kemiskinan di Banyuwangi turun dari 6,54 persen menjadi 6,13 persen. Sementara pada Mei 2026, Banyuwangi mencatat inflasi sebesar 1,00 persen, menjadi yang terendah di Jawa Timur.

“Inflasi yang rendah bukan sekadar angka statistik, tetapi menunjukkan harga kebutuhan pokok masyarakat tetap terjaga. Kondisi ini menjadi modal penting untuk terus memperkuat perekonomian daerah melalui kolaborasi semua pihak,” ujar Ipuk.

Pemkab Banyuwangi berharap kepengurusan baru HIPMI mampu memperluas lahirnya wirausaha muda yang adaptif, kreatif, dan memiliki daya saing tinggi. Organisasi tersebut juga diharapkan aktif membangun program inkubasi bisnis dan pendampingan bagi calon pengusaha.

Selain itu, HIPMI didorong memperkuat sinergi dengan pelaku UMKM, petani, dan nelayan melalui inovasi, digitalisasi usaha, peningkatan efisiensi bisnis, hingga pengembangan wirausaha sosial yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Ketua Umum BPD HIPMI Jawa Timur Ahmad Salim Assegaf mengapresiasi perkembangan Banyuwangi yang dinilainya terus menunjukkan kemajuan di berbagai sektor. Ia optimistis kepengurusan baru HIPMI Banyuwangi dapat memperkuat iklim usaha sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Banyuwangi berkembang sangat pesat. Kami berharap HIPMI Banyuwangi semakin memberikan dampak positif bagi kemajuan ekonomi daerah,” kata Ahmad Salim.

Pelantikan tersebut turut dihadiri pengurus HIPMI dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur sebagai bentuk dukungan terhadap kepengurusan baru BPC HIPMI Banyuwangi. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *