October 16, 2026

Satgas TMMD Tanamkan Cinta Tanah Air kepada Siswa di Kesongo Lewat Wawasan Kebangsaan

0


Features
Satgas TMMD Tanamkan Cinta Tanah Air kepada Siswa di Kesongo Lewat Wawasan Kebangsaan

Satgas TMMD Bojonegoro tanamkan cinta tanah air kepada siswa SMP Negeri Satu Atap Kesongo melalui wawasan kebangsaan. (Foto: Aji/Suara Indonesia)

BERITA PLUS, BOJONEGORO – Mentari pagi belum terlalu tinggi di atas langit Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Senin (10/8/2026). 

Namun, aura di dalam aula SMP Negeri Satu Atap (Satap) Kesongo sudah tampak berbeda dari biasanya. Tidak ada ketegangan, yang ada justru riuh tawa dan binar mata puluhan remaja yang duduk rapi, menatap takjub ke arah depan kelas.

Di barisan tengah, seorang siswi bernama Sofia tampak tak berkedip. Kedua tangannya bertumpu di atas meja, sementara pandangannya lekat menatap para prajurit TNI berpakaian dinas loreng lengkap yang berdiri tegak di depan kelas. 

Bagi Sofia dan kawan-kawannya di pelosok Bojonegoro, kehadiran para tentara ini adalah peristiwa langka yang menyalakan api semangat baru di dada mereka.

Hari itu, alih-alih memegang senjata, tangan-tangan kekar personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro tengah sibuk mengoperasikan layar presentasi interaktif. 

Mereka melupakan sejenak peluh pembangunan jalan dan jembatan untuk menunaikan tugas yang tak kalah suci: menyapa pelosok dengan cinta tanah air.

Selama ini, TMMD kerap diidentikkan dengan bising alat berat, adukan semen, dan transformasi fisik infrastruktur desa. Namun, di tangan Satgas TMMD 129 Bojonegoro, esensi pembangunan bertransformasi menjadi lebih dalam. 

Mereka menyadari bahwa pondasi terkuat sebuah bangsa tidak terletak pada beton yang mengeras, melainkan pada karakter generasi mudanya.

Melalui agenda sasaran non-fisik, Sofia dan ratusan pelajar di sekolah tapal batas desa ini diajak menyelami kembali arti menjadi seorang Indonesia. Lewat dialog yang komunikatif, interaktif, dan jauh dari kesan kaku, materi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) mengalir hangat. 

Mereka diajak mengeja kembali makna persatuan, meresapi indahnya gotong royong, hingga dibekali benteng kokoh untuk menghalau gempuran pengaruh negatif zaman dan pergaulan bebas.

“Awalnya tegang melihat bapak-bapak TNI pakai seragam lengkap, tapi ternyata mereka sangat ramah dan seru saat mengajar,” cerita Sofia dengan senyum malu-malu usai kegiatan.

Remaja putri ini mengaku mendapatkan banyak sudut pandang baru tentang arti membela negara bagi seorang pelajar. “Kami diajari bahwa mencintai Indonesia itu bisa dimulai dari hal kecil, seperti rajin belajar, disiplin, dan kompak membantu teman di sekolah,” ujar Sofia.

“Kehadiran bapak-bapak tentara di sini membuat saya makin bangga jadi anak Indonesia dan ingin belajar lebih giat lagi,” lanjutnya dengan mata berbinar.

Bagi Komandan SST-1 SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letda Inf Ady Yuniarto, melihat antusiasme anak-anak seperti Sofia adalah bukti bahwa komitmen menanamkan rasa cinta tanah air sejak dini dari bangku sekolah adalah investasi jangka panjang yang tepat.

“Pembangunan bangsa yang seutuhnya tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik seperti jalan atau gedung, tetapi juga melalui pembinaan mental dan kepribadian generasi muda,” tegas Letda Ady.

“Harapan kami, para pelajar ini kelak tumbuh menjadi generasi unggul yang siap menghadapi berbagai tantangan zaman tanpa pernah kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia,” tandasnya.

Kehadiran para loreng hijau di tengah-tengah siswa pelosok ini memantik emosi mendalam bagi pihak sekolah. Kepala SMP Negeri Satu Atap Kesongo, Endang Palupi, tidak dapat menyembunyikan rasa haru dan bahagianya. Baginya, kehadiran TNI di ruang kelas mereka adalah sebuah berkah yang tak ternilai untuk masa depan anak didiknya.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Satgas TMMD Kodim 0813 Bojonegoro. Edukasi wawasan kebangsaan ini sangat relevan dan bermanfaat besar bagi anak-anak kami,” tutur Endang, menahan kaca-kaca di matanya.

“Tentu ini menjadi bekal berharga untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, kedisiplinan, serta karakter kuat untuk masa depan mereka,” lanjutnya.

Saat jarum jam bergeser siang, pertemuan itu harus diakhiri. Langkah kaki Sofia keluar dari aula tidak lagi sama dengan saat ia masuk pagi tadi; kini ada tegap kedisiplinan dan secercah cita-cita baru yang bersemayam di dadanya.

Melalui momen penuh kehangatan ini, TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro kembali menegaskan esensi sejati dari kemanunggalan TNI dan rakyat, bahwa di balik ketegasan seragamnya, mengalir kasih sayang yang tulus untuk membangun jiwa, raga, dan masa depan Indonesia dari pinggiran. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Aji Susanto
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *