October 16, 2026

Stabilitas Keuangan Sekarkijang Terjaga: OJK, LPS, dan BI Pacu Pertumbuhan Ekonomi Regional

0


Ekbis
Stabilitas Keuangan Sekarkijang Terjaga: OJK, LPS, dan BI Pacu Pertumbuhan Ekonomi Regional

OJK, LPS, dan BI sinergi jaga stabilitas keuangan Sekarkijang. (Foto: Muhammad Nurul Yaqin/suaraindonesia.co.id).

BERITA PLUS, BANYUWANGI – Stabilitas Sektor Jasa Keuangan di wilayah Sekarkijang tetap kokoh didukung pertumbuhan ekonomi regional yang solid. Sinergi lintas lembaga terus diperkuat guna mendorong ekspansi kredit dan inklusi keuangan masyarakat.

Kinerja intermediasi perbankan di area Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang tercatat tumbuh positif hingga akhir Mei 2026. Kredit Bank Umum berhasil tumbuh 0,78 persen secara tahunan mencapai Rp62,42 triliun.

Penyaluran kredit BPR dan BPRS turut melonjak hingga 6,83 persen menjadi Rp2,58 triliun. Penghimpunan Dana Pihak Ketiga Bank Umum juga tumbuh signifikan sebesar 16,58 persen mencapai Rp55,80 triliun.

Pertumbuhan pesat turut terjadi pada sektor pasar modal dengan jumlah investor mencapai 431.375 SID. Angka ini melonjak tajam hingga 70,42 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sektor industri keuangan non-bank menunjukkan kinerja yang stabil. Piutang perusahaan pembiayaan naik 4,34 persen menjadi Rp4,86 triliun, sementara pembiayaan modal ventura tumbuh 7,94 persen mencapai Rp411 miliar.

Kinerja perasuransian jiwa membaik signifikan dengan perolehan premi tumbuh 58,28 persen menjadi Rp271,49 miliar. Pembayaran klaim juga naik 25,92 persen yang menandakan tingginya kesadaran perlindungan risiko.

Otoritas Jasa Keuangan terus meningkatkan kualitas layanan informasi debitur melalui optimalisasi sistem. Langkah ini dilakukan demi mempermudah akses pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku usaha produktif.

“Pembaruan data kredit kini maksimal tiga hari kerja setelah pelunasan demi menyajikan informasi yang lebih akurat,” ujar Kepala OJK Jember, Aris Budiman, Senin (10/8/2026).

Lembaga Penjamin Simpanan memastikan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan tetap terjaga kokoh. Cakupan penjaminan simpanan di Jawa Timur dan Banyuwangi tercatat telah menembus angka di atas 99 persen.

“Cakupan penjaminan simpanan perbankan kami pastikan tetap berada di atas standar internasional IADI,” tegas Kepala Kantor Perwakilan LPS II, Bambang S. Hidayat.

LPS juga menetapkan penyesuaian Tingkat Bunga Penjaminan simpanan Rupiah naik 25 basis poin. Kebijakan ini berlaku untuk Bank Umum sebesar 3,75 persen dan BPR sebesar 6,25 persen.

Penguatan literasi dan perluasan inklusi keuangan terus diakselerasi bersama jaringan Komite Stabilitas Sistem Keuangan. Upaya ini difokuskan untuk menjangkau 15 juta penduduk usia produktif yang belum memiliki rekening.

Di sisi pembayaran digital, adopsi teknologi transaksi masyarakat menunjukkan tren peningkatan yang tajam. Akselerasi pembayaran nontunai menjadi penopang utama penguatan ekosistem ekonomi digital di daerah.

“Rata-rata pertumbuhan jumlah merchant QRIS tahun ini mencapai 27 persen, meningkat dibanding tahun lalu,” ungkap Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember, Achmad. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *