October 16, 2026

Dindik Jatim Akui Tak Tahu Rekam Jejak Higgs Domino, Uji Tuntas Mitra Dipertanyakan

0


News
Dindik Jatim Akui Tak Tahu Rekam Jejak Higgs Domino, Uji Tuntas Mitra Dipertanyakan

Lomba Higgs Domino Island di Surabaya. (Foto: Istimewa)

BERITA PLUS, SURABAYA – Pengakuan Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, bahwa ia tidak mengetahui hal maupun informasi lain yang pernah dikaitkan dengan ekosistem Higgs Domino Island sebelum menjajaki kerja sama dengan HGI Research Center dan Boke Technology, menimbulkan pertanyaan baru.

Sorotan kini beralih dari manfaat teknologi yang ditawarkan sejauh mana proses verifikasi dan uji tuntas terhadap calon mitra yang dilakukan Dindik Jatim sejak awal.

Aries mengakui Dindik Jatim tidak mengetahui informasi tersebut ketika penjajakan kerja sama dilakukan. Menurutnya, pemahaman Dindik saat itu terbatas pada bidang yang ditawarkan perusahaan, yakni pendidikan, kecerdasan buatan (AI), animasi, konten digital, dan teknologi kreatif.

“Tidak mengetahui karena kami hanya mengetahui fokus perusahaan tersebut pada bidang pendidikan yaitu Artificial Intelligence, animasi, digital content, dan teknologi kreatif yang berkembang sangat cepat,” ujar Aries, Jumat (21/8/2026).

Ia menjelaskan, bidang teknologi tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan pendidikan vokasi, khususnya dalam meningkatkan kompetensi siswa dan guru sekolah menengah kejuruan (SMK). Oleh karena itu, kerja sama ditempatkan dalam kerangka pengembangan sumber daya manusia dan penguasaan teknologi digital.

“Kerja sama yang kami jakaki sepenuhnya berada di ruang pendidikan, yaitu peningkatan kompetensi guru, AI, animasi dan teknologi digital,” kata Aries di Surabaya, Jumat (21/8/2026).

Namun, pernyataan tersebut sekaligus menempatkan aspek uji tuntas atau uji tuntas mitra sebagai persoalan yang perlu mendapat perhatian. Sebab, pekerjaan sama dengan pihak eksternal tidak hanya berkaitan dengan bidang kegiatan yang ditawarkan, tetapi juga mendokumentasikan rekam jejak, struktur dan afiliasi korporasi, serta reputasi pihak yang menjadi mitra.

Aries mengatakan informasi tambahan mengenai pihak yang diajak bekerja sama akan dipelajari dan dipraktikkan. “Perihal bahwa Anda memberikan informasi lebih lanjut, maka akan segera kami pelajari, dalami dan evaluasi serta verifikasi,” ujarnya.

Ia menegaskan Dindik Jatim tidak akan menutup mata jika dalam proses pendalaman ditemukan fakta atau informasi lain yang berkaitan dengan perusahaan maupun afiliasinya. “Namun apabila kemudian terdapat fakta lain atau mengenai afiliasi perusahaan yang diperlukan di dalamnya, tentu kami tidak akan menutup mata. Kami akan meminta informasi dan melakukan evaluasi sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Aries.

Dengan demikian, persoalan kerja sama ini kini tidak hanya mencakup potensi pemanfaatan AI, animasi, dan teknologi digital untuk pendidikan. Pertanyaan yang lebih mendasar adalah apakah seluruh aspek calon mitra telah dijalankan sebelum kerja sama dijajaki, atau baru akan diperiksa setelah muncul informasi dan sorotan dari luar.

Dindik Jatim kini memiliki pekerjaan untuk memastikan seluruh informasi mengenai rekam jejak dan afiliasi pihak terkait dapat dibuka secara terbuka sebelum menentukan kelanjutan kerja sama tersebut. (*)
 

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Dona Pramudya
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *