October 17, 2026

Gressmall Hadirkan Pasar Djadoel Grissee, Nostalgia Kuliner Khas Gresik Tempo Dulu

0


Ekbis
Gressmall Hadirkan Pasar Djadoel Grissee, Nostalgia Kuliner Khas Gresik Tempo Dulu

Ketua DPRD Kabupaten Gresik Muhammad Syahrul Munir dan Founder Omah Dhuafa Syaikhu Busyiri saat mengunjungi pedagang di Pasar Djadoel Grissee. (Foto: Rifki/Suara Indonesia)

BERITA PLUS, GRESIK – Gressmall menghadirkan Pasar Djadoel Grissee #5 sebagai bagian dari sebuah program yang menjadi ruang nostalgia sekaligus upaya untuk memperkenalkan dan melestarikan kekayaan budaya serta kuliner tradisional Gresik kepada masyarakat.

Pasar Djadoel Grissee yang dihelat di Atrium Gressmall sejak 20 Agustus 2026 hingga 23 Agustus 2026 ini, tidak hanya menghadirkan pengalaman nostalgia melalui kuliner dan suasana tempo dulu, tetapi juga dapat menjadi ruang kolaborasi yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Selain itu, Pasar Djadoel Grissee juga dapat menjadi wadah kegiatan yang dapat mengangkat nilai kebersamaan, kepedulian, serta pemberdayaan. Sehingga pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati sajian tradisional, tetapi juga dapat merasakan atmosfer kegiatan yang membawa pesan sosial dan kemanusiaan. 

General Manager Gressmall Erich Pramono Bangun mengatakan, kehadiran Pasar Djadoel Grissee #5 menjadi salah satu bentuk komitmen Gressmall dalam menghadirkan program yang tidak hanya bersifat hiburan, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan pelestarian budaya.

Melalui konsep pasar tradisional tempo dulu, pengunjung diajak untuk kembali mengenal beragam makanan, minuman, serta jajanan khas yang mungkin mulai jarang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

“Pasar Djadoel bukan sekadar menghadirkan makanan tradisional, tetapi menjadi bagian dari upaya untuk menjaga cerita, rasa, dan budaya Gresik agar tetap dikenal oleh generasi sekarang dan generasi berikutnya,” ujar Erich, Jumat (21/8/2026).

“Kami ingin pengunjung dapat merasakan kembali suasana tempo dulu sekaligus mengenal kekayaan kuliner khas daerah,” lanjutnya.

Menurutnya, salah satu daya tarik utama Pasar Djadoel Grissee #5 adalah hadirnya puluhan pedagang yang menyajikan makanan dan minuman tradisional.

Beragam sajian tersebut tidak hanya menawarkan cita rasa khas, tetapi juga membawa memori dan cerita tentang kehidupan masyarakat Gresik pada masa lalu.

“Keberagaman kuliner tersebut menjadi representasi bahwa Gresik memiliki kekayaan pangan tradisional yang sangat beragam. Dari makanan berat seperti Sego Krawu, Gule Obos, Lontong Romo hingga Kupat Ketheg,” terangnya.

Ada pula jajanan pasar seperti Serabi, Getuk, Srawut, Bongko Kopyor, hingga minuman tradisional seperti Legen, Sinom, Dawet Siwalan, dan Es Gudir, semuanya hadir di Atrium Gressmall,” terangnya.

Erich menjelaskan, Pasar Djadoel Grissee #5 juga dirancang sebagai ruang yang dapat mempertemukan berbagai generasi.

Bagi generasi yang pernah menikmati kuliner tersebut, kehadirannya menjadi perjalanan nostalgia untuk kembali mengenang cita rasa masa kecil. Sementara bagi generasi muda, Pasar Djadoel menjadi kesempatan untuk mengenal kuliner tradisional yang memiliki nilai sejarah dan budaya.

“Konsep tersebut sekaligus menjadi cara Gressmall untuk menjadikan pusat perbelanjaan sebagai ruang yang lebih dekat dengan masyarakat dan budaya lokal. Tradisi tidak hanya ditempatkan sebagai sesuatu yang harus dikenang, tetapi juga dapat hadir dan dinikmati dalam suasana modern,” tandas dia.

Melalui Pasar Djadoel Grissee #5 yang digagas bersama Omah Dhuafa, Gressmall berharap masyarakat semakin mengenal, mencintai, dan ikut menjaga keberadaan kuliner tradisional Gresik.

Kehadiran para pelaku usaha kuliner lokal juga diharapkan dapat memberikan ruang promosi serta memperluas kesempatan bagi kuliner tradisional untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas.

“Pelestarian budaya tidak selalu harus dilakukan melalui kegiatan besar. Mengenalkan kembali makanan tradisional, menjaga resep turun-temurun, serta memberikan ruang bagi pelaku kuliner lokal untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat merupakan bagian penting dari proses tersebut,” pungkasnya.

Hadir dalam pembukaan Pasar Djadoel tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Gresik Muhammad Syahrul Munir, Founder Omah Dhuafa Syaikhu Busyiri, Direktur Utama PT. Dharma Graha Utama Erwin H Poedjono, serta General Manager Gressmall Erich Pramono Bangun. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Rifki Ahmad
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *