October 17, 2026

Anggaran Home Care Jember Fantastis, Untuk Siapa?

0



Redaksi
– 24 August 2026 | 07:08 – Dibaca 6 kali

Kesehatan
Anggaran Home Care Jember Fantastis, Untuk Siapa?

Gambar Ilustrasi, Sumber Jemberkab.go.id

BERITA PLUS, JEMBER – Program home care yang digadang-gadang menjadi program unggulan pertama di Indonesia  yang menelan anggaran miliaran hingga mendapatkan apresiasi dari menteri kesehatan mulai dipertanyakan masyarakat.

Bagaimana tidak, sejumlah warga miskin dan perempuan yang mengalami penyakit kronis yang harus periksa rutin, masih mengeluhkan sulitnya transportasi menuju rumah sakit.

Seperti yang dikeluhkan warga kalisat bernama Asep, yang bisa pastikan mengantarkan istrinya cuci darah setiap minggunya masih menggunakan motor ke RSD dr. Soebandi Jember.

Asep mengaku heran, pidato lantang Bupati Fawait di podium seolah-olah pelayanan kesehatan di Jember luar biasa dengan 1.200 tenaga kesehatan siap datang ke rumah.

“Buktinya, kami masih harus berjuang naik motor dengan biaya tidak sedikit. Terus, mobil yang katanya untuk masyarakat. Masyarakat yang mana dan program itu untuk siapa,” keluhnya, Senin 24 Agustus 2026.

Sebagai masyarakat yang taat pajak, Asep patut mempertanyakan program unggulan Bupati Jember yang sampai saat ini belum dinikmati oleh keluarganya.

“Jangan hanya seremonial. Buktikan apa yang disampaikan itu sesuai dengan apa yang disampaikan. Agar masyarakat tidak menilai itu bagian dari pencitraan,” pintanya.

Selain keluarganya, Asep menyebut, di Kalisat masih ada keluarga tidak mampu lain yang memilki penyakit sama yang harus periksa rutin ke rumah sakit.

“Karena tidak ada kendaraan, mereka harus membawa bentor. Ditengah banyaknya program kesehatan, ini terkesan menyakiti hati masyarakat Jember yang sulit mendapatkan akses pelayanan,” sesalnya.

Yang lebih mengherankan lagi, menurut Asep, sesampainya di rumah sakit, dirinya masih harus berjuang berebut kursi roda.

“Kursi roda yang disediakan sangat kurang. Bahkan kami harus otot-ototan berebut kursi roda. Ini sungguh ironi dibandingkan dengan anggaran miliaran dari pemerintah,” sebutnya.

Maka dari itu, dirinya meminta kepada Bupati Fawait untuk kembali melakukan evaluasi kembali program yang saat ini dielu-elukan.

“Eman sewa mobilnya. Karena itu bersumber dari uang rakyat. Rakyat berhak menanyakan itu,” tutupnya.

Sampai berita ini ditulis, wartawan belum berhasil mengkonfirmasi kepala Dinas Kesehatan Jember.

Berita butuh verifikasi dan tindak lanjut

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Redaksi
Editor : Bahrullah





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *