October 17, 2026

Karhutla di Kampar Riau Sepanjang 2026 Capai 127,66 Hektare

0


Peristiwa
Karhutla di Kampar Riau Sepanjang 2026 Capai 127,66 Hektare

Ilustrasi Karhutla. (Foto: Istimewa)

BERITA PLUS, KAMPAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar mencatat 51 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang 2026. Total luas lahan yang terbakar mencapai 127,66 hektare.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kampar, Azwan, melalui Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB), Adi Candra Lukita, mengatakan data tersebut merupakan rekapitulasi penanganan karhutla yang dihimpun BPBD Kabupaten Kampar sepanjang tahun berjalan.

“Total berdasarkan rekapitulasi yang kami catat ada 51 kejadian dengan luas lahan terbakar mencapai 127,66 hektare,” kata Candra dalam keterangan tertulisnya yang diterima Suara Indonesia, Senin (24/8/2026).

Kebakaran terjadi di sejumlah kecamatan di Kabupaten Kampar. Lokasi yang tercatat antara lain Kecamatan Tambang, Tapung, Siak Hulu, Salo, Kampar, Bangkinang Kota, XIII Koto Kampar, Kampar Utara, Kampa, Rumbio Jaya dan Kuok.

Dari rekapitulasi tersebut, kata dia, kebakaran paling banyak terjadi pada lahan semak belukar, lahan kosong dan perkebunan.

Sebagian lokasi berada di kawasan dengan jenis tanah gambut yang memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi terhadap kebakaran.

Salah satu kebakaran dengan luas terbesar terjadi di Desa Rimba Panjang, Kecamatan Tambang, pada 11 Februari 2026. Luas lahan yang terbakar dalam kejadian tersebut tercatat sekitar 19,75 hektare.

Kebakaran dengan luasan cukup besar juga terjadi di Desa Kualu Nenas, Kecamatan Tapung, pada 14 Agustus dengan luas sekitar 11 hektare.

“Sementara di Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang, kebakaran pada Agustus tercatat mencapai sekitar 10 hektare,” tuturnya.

Dalam penanganan karhutla, BPBD Kampar mengerahkan tim bersama sejumlah unsur, mulai dari TNI, Polri, Manggala Agni, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, pemerintah desa, masyarakat, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA).

Peralatan yang digunakan antara lain mobil operasional, mesin pompa, mobil tangki air, selang pemadam, nozzle, hingga peralatan pendukung lainnya.

Candra mengatakan penyebab kebakaran pada sejumlah kejadian masih tercatat dalam penyelidikan. Karena itu, kata dia, BPBD belum menyimpulkan penyebab masing-masing kebakaran.

Ia mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan lahan gambut dan semak belukar.

“Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan karena api dapat dengan cepat meluas, terutama pada lahan gambut,” jelasnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Yudha Pratama
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *