Jember ‘Darurat Kursi Roda’ Ditengah Miliaran Anggaran
Team Work
– 25 August 2026 | 17:08 – Dibaca 20 kali
Gambar Kursi Roda di RSD dr. Soebandi Jember
BERITA PLUS, JEMBER – Sejumlah keluarga pasien miskin berobat rutin di Rumah Sakit Daerah dr. Sobandi mengaku kecewa dengan layanan rumah sakit dr. Soebandi Jember.
Salah satunya, karena kurangnya kursi roda untuk melayani pasien yang datang berobat rutin di rumah sakit pemerintah itu.
Bahkan, masyarakat menilai, kursi yang ada kebanyakan disinyalir sudah kurang layak pakai dan sudah saatnya dikandangkan.
Pernyataan itu disampaikan warga Kalisat, Jember bernama Asep saat dikonfirmasi Suara Indonesia di kediamannya, Selasa (25/08/2026) siang.
“Sangat kurang, kalau boleh saya bilang. Ini terkesan seperti darurat kursi roda. Padahal, Bupati Fawait memprioritaskan program kesehatan,” herannya.
Menurut Asep, sekelas rumah sakit pemerintah terbesar di Jember, hal sekecil itu harus segera ada perhatian.
“Biar tidak berebut. Bahkan, kami harus datang pagi agar kebagian kursi roda. Ini sungguh mengecewakan,” sambungnya.
Pernyataan senada, disampaikan warga Kecamatan Kencong bernama Supriyanto.
Katanya, kursi roda di RSD dr. Soebandi sangat kekurangan dibandingkan dengan jumlah pasien yang berkunjung.
“Bayangkan ada berapa poli. Berapa yang berkunjung setiap harinya. Bahkan, tidak jarang kami harus otot-ototan untuk mendapatkan,” akui dia.
Namun begitu, ia tetap optimis kekurangan itu akan segera diatasi mengingat Bupati Fawait intens persoalan kesehatan.
“Kami jauh dari Kencong naik motor. Sampai di sini keluarga saya berdiri. Bayangkan, seperti apa,” ucapnya.
Sementara Humas RSD dr. Soebandi Septiono Hariyawan menanggapi singkat pertanyaan wartawan.
“Sudah menjadi agenda usulan perencanaan ditingkat manajemen,” balasnya lewat pesan singkat.
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Team Work |
| Editor | : Bahrullah |
