Kemenag Jatim Akomodir 99 Titik Masjid dan Musala Ramah Muktamirin Dukung Muktamar NU ke-35
Jefri Hadi
– 27 August 2026 | 14:08 – Dibaca 2 kali
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar dukung Gelaran Muktamar NU ke-35. (Foto: Humas Kemenag Jatim/suaraindonesia.co.id)
BERITA PLUS, SIDOARJO – Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur mengapresiasi kesiapan masyarakat Jombang menyediakan 99 titik masjid, musala, kantor PCNU, dan MWCNU sebagai fasilitas ramah muktamirin menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Kabupaten Jombang, 27–31 Agustus 2026.
Fasilitas tersebut disiapkan untuk mendukung kebutuhan para muktamirin dan tamu, mulai tempat singgah, penginapan, hingga area parkir, Kamis (27/8/2026).
Kesiapan itu menjadi bagian dari gotong royong masyarakat dalam menyambut agenda besar organisasi keagamaan tersebut.
Berdasarkan data program Masjid dan Musala Ramah Muktamirin yang dirilis Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang, 99 titik layanan tersebar dalam lima zona.
Zona selatan menyediakan 15 titik, zona utara 32 titik, zona tengah 18 titik, zona timur 23 titik, dan zona barat 11 titik.
Sejumlah lokasi memiliki daya tampung penginapan cukup besar.
Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang di zona tengah, misalnya, mampu menampung hingga 300 orang dengan area parkir sekitar 20 mobil.
Kantor PCNU Jombang menyediakan kapasitas menginap sekitar 100 orang dan parkir delapan mobil.
Sementara Masjid Moeldoko di Kecamatan Bandar Kedungmulyo memiliki kapasitas penginapan hingga 200 orang dengan area parkir sekitar 35 mobil.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, mengatakan kesiapan masjid dan musala menunjukkan keterlibatan masyarakat dalam mendukung kelancaran Muktamar NU ke-35.
“Penyiapan masjid dan musala yang ramah bagi para muktamirin merupakan bentuk nyata gotong royong dan kepedulian masyarakat untuk menyukseskan Muktamar NU ke-35,” kata Bahtiar, Kamis (27/8/2026).
Menurut dia, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga dapat menjadi ruang pelayanan dan persaudaraan bagi peserta serta tamu yang datang ke Jombang.
“Masjid juga menjadi ruang untuk memperkuat ukhuwah dan memberikan pelayanan kepada para tamu,” ujarnya.
Bahtiar menilai semangat pelayanan kepada muktamirin sejalan dengan nilai moderasi beragama yang terus dikembangkan Kementerian Agama.
Kesiapan tempat ibadah dan fasilitas persinggahan diharapkan memberi rasa aman, nyaman, serta kemudahan selama peserta mengikuti rangkaian Muktamar.
Ia mendorong seluruh unsur masyarakat menjaga semangat menerima, melayani, dan menghormati para tamu.
Menurutnya, pelayanan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah.
Titik Masjid dan Musala Ramah Muktamirin tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain Diwek, Gudo, Ngoro, Jogoroto, Mojowarno, Tembelang, Ploso, Kudu, Plandaan, Jombang, Mojoagung, Peterongan, Sumobito, Megaluh, Perak, dan Bandar Kedungmulyo.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan memudahkan ribuan muktamirin dan tamu memperoleh akses tempat ibadah sekaligus lokasi persinggahan selama berada di Jombang.
Kemenag Jawa Timur berharap Muktamar NU ke-35 tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga momentum memperkuat persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan di tengah masyarakat.
“Semoga Muktamar NU ke-35 berjalan lancar, aman, dan tertib serta membawa kemaslahatan bagi umat dan masyarakat Jawa Timur,” kata Bahtiar.
“Kami ingin Jombang meninggalkan kesan sebagai daerah yang ramah, terbuka, dan mampu menjadi tuan rumah yang baik bagi seluruh muktamirin,” tuturnya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Jefri Hadi |
| Editor | : Alfiana Putri |
