Diskominfo Sumenep Buka Pantauan Aduan SiLapor Secara Real Time di Madura Night Vaganza 2026
Stan Dinas Kominfo Kabupaten Sumenep di Madura Night Vaganza 2026. (Foto: Wildan/suaraindonesia.co.id)
BERITA PLUS, SUMENEP – Ada yang berbeda dari stan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sumenep dalam gelaran Madura Night Vaganza (MNV) 2026. Pengunjung tidak hanya menyuguhi informasi seputar layanan komunikasi dan digital, tetapi juga bisa melihat langsung pantauan masyarakat melalui SiLapor secara real time.
Melalui layar pemantauan yang ditampilkan di stan, masyarakat dapat melihat bagaimana laporan yang masuk melalui SiLapor dipantau dan ditindaklanjuti. Kehadiran layanan tersebut menjadi gambaran bahwa teknologi terus dimanfaatkan Pemkab Sumenep untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
Konsep itu sekaligus menjadi bagian dari tema yang diusung Diskominfo, yakni “Pantai, Laut, Pulau dan Pesisir Menuju Sumenep Kabupaten Kepulauan.” Pesan tersebut tidak hanya menggambarkan karakter geografis Sumenep, tetapi juga semangat menghadirkan pelayanan yang mampu menjangkau daratan maupun kepulauan.
Kehadiran SiLapor di MNV 2026 menjadi salah satu bentuk inovasi daerah yang diperkenalkan kepada masyarakat. Melalui sistem tersebut, pemerintah dapat menyatukan berbagai laporan yang disampaikan warga dan memastikan setiap aduan mendapat perhatian serta penanganan dari perangkat daerah terkait.
Kepala Diskominfo Kabupaten Sumenep, Indra Wahyudi, mengatakan pemanfaatan teknologi menjadi bagian penting dalam menghadirkan pelayanan publik yang cepat dan responsif.
Menurutnya, aduan yang masuk dapat menjadi informasi bagi perangkat daerah untuk mengetahui berbagai persoalan di lapangan sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa inovasi pelayanan di Sumenep terus berkembang. Melalui SiLapor, masyarakat bisa menyampaikan aduan dan pemerintah dapat menyatukannya secara real time,” ujar Indra, Jumat (28/08/2026).
Indra menilai, semangat menuju Sumenep sebagai kabupaten kepulauan juga harus dibarengi dengan penguatan pelayanan publik berbasis teknologi. Oleh karena itu, dia menyebut transformasi digital menjadi kebutuhan penting bagi Sumenep yang memiliki karakter wilayah yang cukup kompleks.
“Sumenep ini wilayahnya luas, ada daratan, pesisir dan kepulauan. Oleh karena itu, teknologi harus menjadi jembatan agar pelayanan pemerintah bisa semakin dekat dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat,” tandasnya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Wildan Mukhlishah Sy |
| Editor | : Alfiana Putri |
