Investor Tiongkok Pilih Banyuwangi untuk Rencana Pengembangan Industri Tiram Ramah Lingkungan
Investor Tiongkok memaparkan rencana pengembangan budidaya tiram di Banyuwangi. (Foto: Istimewa).
BERITA PLUS, BANYUWANGI – Banyuwangi kembali mendapat perhatian investor asing. Perusahaan asal Tiongkok, MATA Ecology, menjajaki pengembangan budidaya sekaligus industri tiram dengan pendekatan berkelanjutan.
Rencana tersebut dibahas saat jajaran MATA Ecology bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani pada Senin (31/8/2026). Investor memaparkan konsep usaha dari budidaya hingga pengolahan hasil tiram.
“Ya, kami kemarin kedatangan tamu investor dari Tiongkok yang tertarik untuk mengembangkan budidaya tiram di Banyuwangi. Sejauh ini konsep yang dipaparkan cukup menarik karena mengusung blue industry, yakni pengelolaan tiram yang ramah lingkungan sekaligus melibatkan masyarakat,” kata Bupati Ipuk, Selasa (1/9/2026).
Dalam pertemuan itu, Direktur Utama MATA Ecology Wang Yong Ming datang bersama jajaran direksi perusahaan. Pertemuan tersebut juga dihadiri anggota DPR RI Komisi IV Prof. Rokhmin Dahuri.
Selain itu, hadir Direktur Utama Surya Jaya Investama Chandra Astan yang menjadi mitra MATA Ecology di Indonesia dalam rencana pengembangan investasi tersebut.
MATA Ecology diketahui bergerak dalam bidang budidaya dan pengolahan tiram, pengelolaan sumber daya pesisir, serta pengembangan produk turunan hasil budidaya dengan dukungan teknologi berorientasi lingkungan.
Konsep yang ditawarkan investor tidak hanya berfokus pada kegiatan budidaya. Rencana tersebut mencakup proses hilirisasi untuk menghasilkan produk turunan dengan nilai ekonomi lebih tinggi.
Salah satu yang dipaparkan yakni pemanfaatan cangkang tiram sebagai bahan untuk produk lain, termasuk pupuk. Konsep tersebut menjadi bagian dari pendekatan blue industry yang ditawarkan perusahaan.
Ipuk menyambut positif penjajakan investasi tersebut. Menurutnya, rencana pengembangan industri tiram dapat menjadi peluang baru untuk memperkuat sektor kelautan sekaligus membuka manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir.
“Kami yakin budidaya tiram berkelanjutan berpotensi memberikan manfaat bagi daerah, antara lain melalui peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, pengembangan ekonomi masyarakat pesisir, peningkatan nilai tambah hasil perikanan, serta penguatan sektor kelautan dan perikanan di Banyuwangi,” ujarnya.
Pemkab Banyuwangi juga berharap investasi tersebut dapat memberikan efek berantai terhadap perekonomian daerah. Pengelolaan sektor kelautan secara berkelanjutan dinilai dapat berjalan beriringan dengan pengembangan pariwisata dan ekonomi pesisir.
Dari sisi investor, Banyuwangi dinilai memiliki sejumlah kondisi yang mendukung pengembangan budidaya tiram. Faktor tersebut meliputi karakteristik perairan, iklim, suhu, serta potensi sumber daya manusia.
“Dalam penilaian kami, di sini tidak ada angin topan, suhunya sangat cocok sehingga bisa untuk melakukan budidaya tiram sepanjang tahun,” ujarnya.
Wang menambahkan, Banyuwangi menjadi daerah pertama yang dipilih MATA Ecology untuk rencana investasi perusahaan di Indonesia.
“Ini pertama kalinya kami berinvestasi di Indonesia dan kami pilih Banyuwangi. Kami sangat semangat untuk menjalin kerja sama ini,” imbuhnya.
Anggota DPR RI Komisi IV Prof. Rokhmin Dahuri mengatakan Banyuwangi direkomendasikan sebagai salah satu daerah tujuan investasi karena memiliki potensi kelautan serta dinilai siap menerima pengembangan investasi.
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2001–2004 itu juga menyebut MATA Ecology memiliki pengalaman di bidang budidaya tiram dan reputasi yang baik di Tiongkok.
“Kami sudah memastikan perusahaan ini sangat bonafide, memiliki cetak biru yang melibatkan masyarakat dalam menjalankan kegiatannya. Investor ini kami bawa ke Banyuwangi karena Banyuwangi kami nilai siap,” ujarnya.
Sementara itu, Chandra Astan memastikan rencana investasi akan diselaraskan dengan kebijakan Pemkab Banyuwangi. Aspek lingkungan dan keterlibatan masyarakat lokal menjadi bagian yang akan diperhatikan.
“Kami sudah memiliki pengalaman sebelumnya dalam budidaya yang ramah lingkungan dan menjadikan masyarakat lokal sebagai mitra dalam menjalankan usaha budidaya. Ini yang akan kami pastikan juga dijalankan oleh investor,” pungkasnya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Muhammad Nurul Yaqin |
| Editor | : Alfiana Putri |
