Jumlah Siswa SRT Sinjai Dirawat Beda Versi, PKM Sebut 20 Siswa, Sekolah Akui 8 Orang
Irman
– 01 September 2026 | 12:09 – Dibaca 2 kali
Suasana Siswa SRT Sinjai saat awal masuk tahun pelajaran baru. (Foto: Irman/Suara Indonesia)
BERITA PLUS, SINJAI – Pernyataan Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Balangnipa dan Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Sinjai berbeda terkait jumlah peserta didik SRT yang menjalani perawatan di fasilitas kesehatan tersebut.
Kepala PKM Balangnipa, Mustamin, menyebut sebanyak 20 siswa SRT Sinjai telah mendapatkan perawatan sejak 19 hingga 31 Agustus 2026.
“Diagnosanya beragam, ada demam, sesak napas dan penyakit bawaan. Sejak tanggal 19 sampai 31 Agustus sebanyak 20 siswa dirawat. Beberapa sudah pulang, tetapi masih ada juga yang masih dirawat,” ujar Mustamin saat dikonfirmasi, Senin (31/8/2026).
Menurutnya, kondisi kesehatan yang dialami para siswa cukup beragam. Namun, pihak PKM belum merinci diagnosis masing-masing pasien.
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Sinjai, Rahmat S, membenarkan adanya siswa yang menjalani perawatan di PKM Balangnipa. Namun, ia menyebut jumlahnya hanya delapan siswa.
“Saat ini sisa lima orang menjalani perawatan. Sebelumnya ada delapan orang siswa yang dirawat di PKM Balangnipa,” kata Rahmat saat dikonfirmasi melalui seluler.
Rahmat menjelaskan, keluhan yang dialami siswa antara lain demam, sakit ulu hati, batuk, hingga sesak napas. Menurutnya, salah satu siswa yang mengalami sesak napas memiliki penyakit bawaan.
“Diagnosanya ada yang demam, sakit ulu hati, batuk, serta ada satu orang yang sesak. Sesak ini memang penyakit bawaan. Jadi, salah info kalau ada yang bilang siswa SR keracunan,” tegasnya.
Rahmat juga menyebut pihak sekolah sebelumnya telah melakukan pemeriksaan terhadap peserta didik SRT Sinjai yang jumlahnya mencapai lebih dari 300 siswa, mulai tingkat SD, SMP hingga SMA. Kendati demikian, ia enggan menanggapi terkait perbedaan data kepala PKM terkait siswa yang dirawat.
Sementara, Mustamin meyakini jika data yang ungkap adalah data valid yang tersimpan di data base.
Terpisah,perbedaan data tersebut turut mendapat sorotan dari pegiat sosial Sinjai, Musadaq. Ia meminta pihak terkait turun langsung melakukan pengecekan terhadap kondisi lingkungan SRT Sinjai.
Menurutnya, pemeriksaan diperlukan untuk memastikan proses belajar mengajar berlangsung dalam kondisi lingkungan yang aman dan layak bagi para siswa.
“Pihak terkait tidak boleh melakukan pembiaran, harus turun tangan memeriksa di SRT. Bayangkan, hanya berselang 10 hari ada puluhan siswa dirawat di PKM. Bagaimana mau meningkatkan mutu pendidikan kalau mutu kesehatan jeblok,” ungkapnya.
Selain persoalan kesehatan siswa, Musadaq juga menyoroti aktivitas pembangunan gedung SRT Sinjai yang menurutnya masih berlangsung meski masa kontrak pekerjaan telah terlewati.
Ia menyebut aktivitas kendaraan pengangkut material dan alat berat masih terlihat beroperasi di area SRT di tengah berlangsungnya proses belajar mengajar.
“Terlebih pembangunan gedung SRT ini sudah lewat masa kontrak kerjanya, tetapi ironisnya mobil truk dan alat berat masih melakukan pekerjaan di area SRT,” katanya.
Musadaq berharap pihak terkait, termasuk instansi yang memiliki kewenangan, segera melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, baik terhadap kondisi kesehatan peserta didik maupun aspek keselamatan dan kelayakan lingkungan belajar di SRT Sinjai.
Perbedaan data antara pihak PKM Balangnipa dan pihak sekolah terkait jumlah siswa yang menjalani perawatan juga dinilai perlu diklarifikasi agar tidak menimbulkan simpang siur informasi di tengah masyarakat. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Irman |
| Editor | : Alfiana Putri |
