October 18, 2026

Tiga Kecelakaan Blora Diduga Akibat Galian Fiber Optik, Polisi Minta Penanggung Jawab Bertindak

0



Team Work
– 02 September 2026 | 21:09 – Dibaca 74 kali

News
Tiga Kecelakaan Blora Diduga Akibat Galian Fiber Optik, Polisi Minta Penanggung Jawab Bertindak

Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Kantor Dinas Perumahan, Permukiman, dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Kabupaten Blora, Jawa Tengah. (Foto: Dok. Suara Indonesia)

BERITA PLUS, BLORA – Kepolisian Resor Blora, Jawa Tengah, mencatat tiga kejadian kecelakaan yang diduga berkaitan dengan aktivitas penggalian fiber optik di wilayah Kecamatan Jepon.

Kanit Kamsel Satlantas Polres Blora Ipda Hadi Sutomo mengatakan tiga kejadian tersebut menjadi perhatian dalam Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Kantor Dinas Perumahan, Permukiman, dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Kabupaten Blora.

“Kami mendapat petunjuk dari Bapak Kapolres bahwa sudah ada tiga informasi,” ujar Hadi, Rabu (2/9/2026).

Ia menjelaskan kejadian pertama melibatkan truk berwarna merah yang terperosok ke lubang galian di depan Kantor Dekranasda Jepon.

Kejadian kedua menyebabkan seorang warga Desa Brumbung mengalami patah tulang pada tangan kanan, sedangkan kejadian ketiga menyebabkan seorang warga mengalami luka-luka di depan Koramil Jepon.

“Kami meminta penanggung jawab galian untuk segera menyelesaikan persoalan tersebut,” katanya.

Hadi juga meminta persoalan tersebut dikomunikasikan dengan para korban untuk mencapai kesepakatan penyelesaian.

Sementara itu, Manajer Operasional Jateng-DIY PT Eka Mas Mora Republik Solihun mengatakan pekerjaan pemasangan kabel bawah tanah jaringan internet sepanjang sekitar 12,3 kilometer di ruas jalan nasional Cepu-Blora masih menyisakan sekitar 25 persen.

Pekerjaan yang melibatkan tiga vendor, yakni Cakrawala, Pandetal, dan Rubintang, tersebut diperkirakan mundur sekitar satu pekan dari target penyelesaian akhir Agustus 2026.

“Secara timeline, harusnya Agustus akhir sudah selesai, tapi ini ada mundur sedikit. Masih kurang sekitar 25 persen, kemungkinan extend-nya sekitar satu minggu,” katanya.

Solihun menyampaikan permohonan maaf atas sejumlah persoalan di lapangan, termasuk pengembalian tanah pascapenggalian yang belum maksimal serta persoalan kecelakaan lalu lintas.

“Kami mohon maaf karena ada beberapa poin, terkait laka dan pengembalian tanah yang kurang baik. Mungkin respons kami masih kurang. Insyaallah kami akan perbaiki dan koordinasikan dengan teman-teman vendor,” ujarnya.

Ia mengatakan pihaknya akan mengevaluasi pekerjaan vendor dan memastikan penggalian serta pengembalian kondisi lokasi dilakukan sesuai ketentuan teknis.

Khusus kawasan Jembatan Kidangan, Kecamatan Jepon, pihaknya meminta aspek pengamanan, pengaturan lalu lintas, dan penerangan diperhatikan selama pekerjaan berlangsung. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Team Work
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *