September 16, 2026

Mimpi Nenek Samijah Memiliki Rumah Layak Huni Segera Terwujud

0



Team Work
16 September 2026 | 07:09 Dibaca 0 kali

News
Mimpi Nenek Samijah Memiliki Rumah Layak Huni Segera Terwujud

Bupati Blora Arief Rohman menyerahkan bantuan bedah rumah dari Baznas Rp20 juta kepada Samijah (71), warga Desa Gagakan, Kecamatan Sambong, Selasa (15/9/2026). (Foto: Dok. Suara Indonesia)

BERITA PLUS, BLORA – Mimpi Samijah (71), warga Desa Gagakan, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, untuk memiliki rumah layak huni segera terwujud setelah mendapat bantuan bedah rumah dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Blora.

Bupati Blora Arief Rohman menyerahkan bantuan tersebut secara langsung saat mengunjungi kediaman Samijah, Selasa (15/9/2026) sore. Selain bantuan bedah rumah dari Baznas, Bupati juga memberikan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Blora serta uang pribadi untuk membantu meringankan beban Samijah.

“Kita menerima laporan dari teman-teman media, ada masyarakat yang rumahnya tidak layak, Bu Samijah. Sore hari ini kita serahkan bantuan dari Baznas dari teman-teman ASN,” kata Arief.

Ia meminta pemerintah desa segera mengawal pelaksanaan bedah rumah tersebut dengan melibatkan masyarakat melalui gotong royong. “Nanti kita minta rumahnya dibedah, jadi bisa layak,” ujarnya di Blora, Selasa.

Bantuan bedah rumah yang diserahkan melalui Baznas senilai Rp 20 juta, ditambah Rp 2 juta dari uang pribadi Bupati. Bantuan tersebut diamanatkan kepada kepala desa setempat agar segera dimanfaatkan untuk memperbaiki rumah Samijah.

“Pak lurah segera dikawal ya, gotong royong dengan masyarakat. Segera rumah yang tidak layak ini bisa dibedah, sehingga menjadi rumah yang layak untuk ditinggali,” katanya.

Selain memperhatikan kondisi Samijah, Bupati juga menaruh perhatian terhadap Mutiroh, menantu Samijah yang tinggal di rumah sebelah.

Mutiroh merupakan istri almarhum Pribadi, anak Samijah, dan kini harus merawat dua anaknya yang mengalami disabilitas. Kondisi tersebut turut menjadi perhatian Bupati karena Mutiroh harus menjalani kehidupan bersama kedua anaknya setelah ditinggal suami.

Arief meminta Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A), Puskesmas, serta Baznas memberikan pendampingan dan pemantauan terhadap kondisi keluarga tersebut, termasuk kesehatan kedua anak Mutiroh. “Ini juga menemui difabel. Kita minta Dinas Sosial dan juga dari Baznas mengawal ini,” ujarnya.

Arief berharap kolaborasi antara pemerintah, media, relawan, dan masyarakat dapat terus diperkuat untuk menangani berbagai persoalan sosial yang muncul di Kabupaten Blora.

“Alhamdulillah relawannya sudah 150 relawan yang nanti terjun untuk menangani persoalan-persoalan sosial yang muncul di masyarakat. Teman-teman media, terima kasih infonya dan hari ini bisa kita bantu,” katanya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kabupaten Blora Yannanta Laga Kusuma turut hadir meninjau kondisi rumah Samijah.

Laga yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Bangsri, Kecamatan Jepon, mengatakan peran masyarakat dan media sangat penting dalam mendeteksi serta melaporkan berbagai persoalan sosial di lingkungan masing-masing.

“Kami berharap teman-teman media ataupun masyarakat bisa bersinergi dengan pemangku wilayah masing-masing. Jika ada kasus sosial di desa, bisa langsung dilaporkan dan dikoordinasikan dengan Pak Kades setempat, lalu disampaikan kepada kami untuk segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Ia menambahkan, IPSM Blora menangani berbagai persoalan sosial, mulai dari krisis air bersih, pendampingan kesehatan, anak terlantar, putus sekolah, hingga kelompok rentan lainnya.

Dalam penanganannya, IPSM juga berkoordinasi lintas sektor dengan pemerintah kecamatan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta instansi terkait lainnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Team Work
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *