September 20, 2026

Di Sekolah Rusak, Wabup Misharti Tegaskan Dukungannya untuk Pendidikan Masyarakat Kampar

0


News
Di Sekolah Rusak, Wabup Misharti Tegaskan Dukungannya untuk Pendidikan Masyarakat Kampar

Wabup Kampar, Misharti saat berdialog dengan guru dan masyarakat (Foto: Istimewa)

SUARAINDONESIA, KAMPAR – Wakil Bupati Kampar Misharti meninjau langsung kondisi sekolah dasar jarak jauh di wilayah Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, yang selama ini menjadi tempat masyarakat sekitar menyekolahkan anak-anak mereka.

Dalam kunjungan tersebut, Misharti didampingi Camat Tapung Hulu dan Camat Tapung. Ia juga bertemu langsung dengan guru Romawati serta masyarakat untuk melihat kondisi sekolah dan mendengarkan secara langsung persoalan pendidikan yang dihadapi di lokasi tersebut.

Kunjungan itu dilakukan sebagai bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Kampar terhadap pendidikan masyarakat, khususnya keberadaan sekolah jarak jauh yang telah digunakan selama bertahun-tahun.

Dalam video yang diunggah melalui akun TikTok resmi Wakil Bupati Kampar, Sabtu (19/9/2026), Misharti menyampaikan bahwa pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan terus berupaya meningkatkan pendidikan di Kabupaten Kampar.

“Kita lagi berupaya, kita lagi berusaha. Jadi saya sama teman-teman stakeholder ini lagi berupaya bagaimana pendidikan di Kampar ini bisa lebih baik,” ujar dihadapan masyarakat.

Saat berdialog di lokasi, Misharti mendapat informasi bahwa sekolah tersebut telah digunakan masyarakat selama sekitar 22 tahun.

“Sudah lama, Bu. Sudah 22 tahunan, sudah bertahun-tahun,” katanya.

Misharti menjelaskan, keberadaan sekolah tersebut ternyata sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat.

Namun, keberadaan sekolah jarak jauh itu sebelumnya belum diketahui secara jelas oleh pemerintah daerah.

“Pemimpin kami baru 1,5 tahun. Ternyata ini lokal jauh yang dilaporkan kepada pemerintah. Jadi sehingga pemerintah tidak tahu ada ternyata sekolah di sini. Sebenarnya dibutuhkan oleh masyarakat di sini,” jelasnya.

Menurut Misharti, persoalan tersebut akan dibawa kepada Bupati Kampar untuk dibahas bersama. Pemerintah daerah akan mendiskusikan langkah yang dapat dilakukan terkait keberadaan dan kondisi sekolah tersebut.

“Kami tentu akan diskusikan ini, saya akan bawa ini kepada Bupati dan kami akan rapatkan terkait dengan sekolah ini,” tuturnya.

Misharti menjelaskan, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah status sekolah tersebut sebagai sekolah jarak jauh dari SD 007 yang merupakan sekolah induk.

“Kalau kami bangun SD 007 dalam laporannya itu bukan di sini, SD 007 itu induknya. Jadi kan susah juga. Kita juga harus mendaftarkan anak sekolah ini dulu bahwa ini sekolah jauh dari SD 007, ada pelengkapnya di sini dan ada yang bertanggung jawab di sini,” terang Misharti.

Ia juga meminta guru dan masyarakat agar proses pendidikan anak-anak tetap berjalan sembari pemerintah daerah membahas langkah selanjutnya.

“Sekali lagi ya, Ibu tetap melanjutkan pendidikan di sini karena anak-anak terus bersekolah,” pesannya.

Misharti juga meminta pihak sekolah terus berkomunikasi dengan kepala sekolah induk dan Dinas Pendidikan.

“Komunikasi ya, Bu. Ibu komunikasi dengan kepala sekolah induk dan Dinas Pendidikan. Harus memang terang-terang, apalagi untuk pendidikan. Ya, kami support kok, Bu,” lanjutnya.

Misharti menegaskan, pemerintah daerah akan terus memberikan perhatian terhadap pendidikan masyarakat. Persoalan sekolah tersebut selanjutnya akan dibahas bersama Bupati Kampar untuk menentukan langkah yang akan diambil.

“Nanti insya Allah apa pun keputusan yang diambil oleh Pak Bupati dalam rapat nanti,” jelas Misharti memungkasi.(*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Yudha Pratama
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *