September 21, 2026

Usai Lari, Peserta Soekarno Run Banyuwangi Dapat Sport Massage dari Terapis Disabilitas Netra

0


Olahraga
Usai Lari, Peserta Soekarno Run Banyuwangi Dapat Sport Massage dari Terapis Disabilitas Netra

Peserta Soekarno Run Banyuwangi mendapat layanan sport massage dari terapis disabilitas netra. (Foto: Muhammad Nurul Yaqin/suaraindonesia.co.id).

BERITA PLUS, BANYUWANGI – Peserta Soekarno Run Banyuwangi mendapat layanan sport massage setelah menyelesaikan perlombaan, Minggu (20/9/2026).

Menariknya, layanan pemulihan tersebut melibatkan sejumlah penyandang disabilitas netra sebagai terapis. Mereka memberikan terapi untuk membantu peserta mengurangi rasa pegal dan ketegangan otot setelah berlari.

Tiga terapis disabilitas netra yang terlibat dalam layanan tersebut yakni Mohamad Atim Firdaus, Nurul Imam, dan Nurhadi Windoyo.

Keterlibatan mereka menjadi bagian dari konsep Soekarno Run Banyuwangi yang tidak hanya mengedepankan olahraga dan kebugaran, tetapi juga memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk berkontribusi.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Deni Wicaksono mengatakan, pelibatan penyandang disabilitas netra merupakan bentuk komitmen penyelenggara dalam menghadirkan kegiatan yang inklusif.

“Soekarno Run kami desain bukan hanya sebagai event olahraga, tetapi juga sebagai ruang yang inklusif. Semua orang harus mendapatkan kesempatan untuk terlibat, berkontribusi, dan menunjukkan kemampuan yang dimiliki,” ujar Deni.

Menurut dia, kemampuan seseorang tidak ditentukan oleh kondisi fisik. Karena itu, keterlibatan terapis disabilitas netra diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melihat langsung kemampuan mereka.

“Kami ingin peserta merasakan langsung bahwa teman-teman disabilitas memiliki kemampuan dan keahlian yang luar biasa. Ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun kesetaraan dan menghapus stigma bahwa disabilitas adalah keterbatasan untuk berkarya,” katanya.

Layanan sport massage tersebut mendapat respons positif dari peserta. Fadhillah, pelari asal Madiun, mengatakan terapi membantu mengurangi rasa lelah setelah mengikuti lomba.

“Senang sekali ada layanan sport massage seperti ini. Setelah lari, badan terutama kaki terasa pegal dan capek. Setelah mendapat pijatan, rasanya jauh lebih rileks dan membantu pemulihan. Terima kasih kepada panitia yang sudah menyediakan layanan ini,” kata Fadhillah.

Ia juga mengapresiasi para terapis disabilitas netra yang memberikan layanan kepada peserta.

“Saya juga senang bisa mendapatkan layanan dari teman-teman disabilitas netra. Ternyata mereka sangat profesional dan pijatannya juga enak. Semoga kegiatan seperti ini terus ada di event-event berikutnya,” ujarnya.

Peserta lainnya, Ahmad Halim dari Yogyakarta, juga merasakan manfaat layanan tersebut setelah menyelesaikan lari.

“Setelah lari, kondisi kaki memang terasa lelah. Adanya sport massage ini sangat membantu. Saya merasa lebih nyaman dan rileks setelah mendapatkan terapi. Terima kasih kepada panitia dan para terapis yang sudah memberikan pelayanan dengan sangat baik,” tutur Ahmad.

Menurut Ahmad, kehadiran terapis disabilitas netra memberikan pengalaman berbeda bagi peserta Soekarno Run.

“Ini bukan sekadar layanan setelah lari, tetapi juga menunjukkan bahwa event ini memberikan kesempatan kepada teman-teman disabilitas untuk berperan dan berkarya. Saya sangat mengapresiasi dan senang bisa menjadi bagian dari kegiatan yang inklusif seperti ini,” katanya.

Soekarno Run Banyuwangi sendiri diikuti hampir 5.000 pelari dari 26 provinsi di Indonesia. Kegiatan tersebut berlangsung dengan rangkaian aktivitas olahraga yang melibatkan berbagai kalangan. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Bahrullah





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *