Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Inovasi dan Komitmen Penghijauan
Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Ribka Haluk saat Memimpin Apel Pagi Pemprov NTT. (Foto: dok. Istimewa)
BERITA PLUS, NTT – Wakil Menteri Dalam Negeri RI Ribka Haluk, mengapresiasi capaian pertumbuhan ekonomi NTT yang mencapai 5,01 persen (yoy) di tengah tantangan geografis dan topografi daerah.
Capaian tersebut dinilai perlu terus diikuti dengan penguatan intervensi untuk menurunkan angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem.
Hal tersebut disampaikannya saat dirinya bertindak sebagai Pembina Apel Kesadaran ASN lingkup Pemerintah Provinsi NTT di halaman Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, Senin (21/9/2026) pagi.
Pada kesempatan itu, Wamendagri menegaskan bahwa Indonesia merupakan bangsa besar dengan potensi sumber daya manusia dan keberagaman yang menjadi kekuatan dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
“Indonesia adalah bangsa besar dengan jumlah populasi terbesar ke-4 di dunia mencapai 290,1 juta jiwa, terdiri dari penduduk yang pluralis. Ini adalah potensi besar bangsa yang berdaulat,” tegas Ribka.
Ia mengatakan, visi Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045 di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka perlu diterjemahkan secara konkret oleh seluruh jajaran pemerintahan, termasuk pemerintah daerah.
“Kita ketahui bersama Misi Asta Cita, delapan program yang harus dilakukan oleh kita semua, bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Saya harapkan program-program tersebut dapat di-break down dengan baik sebagai mesin penggerak agar pemerintah daerah dapat terus maju,” ujarnya.
Ribka juga menyampaikan apresiasi Kementerian Dalam Negeri kepada Pemerintah Provinsi NTT, Forkopimda, sektor swasta, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menjalankan berbagai program pemerintah pusat di daerah.
“Saya hadir hari ini untuk menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT, Forkopimda, sektor swasta, dan seluruh pihak di NTT yang sudah menjalankan program pemerintah pusat,” katanya.
Lebih lanjut, Wamendagri menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya diukur dari angka, tetapi harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia menyebut pemerintah dan sektor swasta merupakan dua kekuatan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dalam konteks NTT, capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 5,01 persen (yoy) dinilai menjadi perkembangan positif.
“Dalam kemajuan daerah ada dua hal yang penting, yaitu mesin pemerintah dan sektor swasta sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.
“Kita ketahui bersama bahwa NTT dalam data Kemendagri dan BPS sudah mencapai pertumbuhan yang luar biasa. Kita patut berbangga bahwa dengan tantangan topografi NTT ada pembangunan yang luar biasa dengan pertumbuhan ekonomi yang sangat baik,” lanjutnya.
Ia juga mengingatkan masih terdapat pekerjaan rumah yang harus menjadi perhatian bersama, khususnya terkait kemiskinan dan kemiskinan ekstrem.
“ASN harus memastikan pertumbuhan ekonomi memberikan manfaat bagi masyarakat. Di samping itu masih terdapat kemiskinan dan kemiskinan ekstrem. Bersama kita pastikan agar kemiskinan dan kemiskinan ekstrem dapat diturunkan lagi melalui komitmen bersama,” tegas Ribka.
Wamendagri mendorong pemerintah daerah untuk lebih aktif membuka ruang investasi melalui inovasi dan kemudahan pelayanan, termasuk perizinan. Menurutnya, keterlibatan sektor swasta menjadi salah satu bagian penting dalam memperkuat perekonomian daerah.
“Jika kapasitas fiskal rendah maka perlu menjemput bola, berinovasi, dan mempermudah perizinan daerah sehingga sektor swasta juga bisa masuk ke daerah. Kita ketahui bersama kondisi fiskal NTT, namun sudah ada sedikit diskresi,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ribka juga menyampaikan mengenai kebijakan seluruh PPPK paruh waktu di daerah direncanakan beralih status menjadi PPPK penuh waktu, dengan pembiayaan yang akan ditanggung oleh Pemerintah Pusat
“Permasalahan besar adalah PPPK Paruh Waktu yang akan dibiayai penuh oleh pemerintah pusat. Ini adalah diskresi besar dari Presiden RI,” katanya.
Selain aspek fiskal dan investasi, Wamendagri mendorong ASN di NTT untuk terus mengembangkan inovasi berbasis potensi daerah, terutama sektor pertanian dan kelautan.
“Kita perlu melakukan inovasi terus-menerus, seperti sektor pertanian. Kita tidak boleh pasrah dengan kondisi yang ada, inovasi perlu terus dilakukan. Kemudian potensi kelautan yang terus memberi kontribusi. Kita harus terus berkompetisi dengan daerah lain dan terus berbangga sebagai ASN NTT,” ungkapnya.
Dalam amanatnya, Wamendagri juga menyampaikan apresiasi terhadap upaya Pemerintah Provinsi NTT bersama seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga pengendalian inflasi serta penanganan bencana gempa di Pulau Flores.
Ia juga menyampaikan duka cita terkait terkait penembakan terhadap tiga ASN di Papua Pegunungan, serta mengingatkan seluruh pihak untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
“Mari terus jaga kesatuan sebagai bangsa dan negara. Terkait tragedi di Papua, saya datang untuk menyampaikan turut berduka dan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada keluarga dan masyarakat NTT,” tuturnya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Rolandus Tahoni |
| Editor | : Alfiana Putri |
