September 22, 2026

Pasangan Lansia di Camplong Hidup Memprihatinkan, Butuh Perhatian

0


News
Pasangan Lansia di Camplong Hidup Memprihatinkan, Butuh Perhatian

Pasangan Lansia Nikodemus Neolaka dan Lina Poli. (Foto: Roland Tahoni/Suaraindonesia.co.id)

BERITA PLUS, KUPANG Keluarga lansia Nikodemus Neolaka dan Lina poli pasangan suami istri, warga Keluarahan Camplong 1, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, NTT belum mendapat perhatian dari pemerintah.

Pantauan media ini, keluarga Nikodemus Neolaka dan Lina Poli saat ini sedang mengalami kesulitan ekonomi. mirisnya keluarga itu kini tidak sanggup membeli sembako untuk kebutuhan hidup sehari-hari, namun kehadiran pemerintah tidak kunjung terlihat.

Kejadian itu pertama kali diketahui oleh Evan Tade salah satu kerabat, yang juga merupakan sesama jemaat di gereja tempat mereka beribadah setiap minggunya.

Evan mengaku mengetahui kesulitan keluarga Nikodemus, ia kemudian mendatangi rumah tersebut dan mendapati kondisi yang memprihatinkan, dimana keluarga itu tidak memiliki makanan dan rumah yang kondisinya sudah tidak layak huni.

“Saya dengar kalau mereka kesusahan, pas saya datang makanan juga tidak ada bahkan rumah juga sudah tidak layak tapi bantuan dari pemerintah tidak dapat,” ujar Evan, Selasa (22/9/2026)

Ia juga mengaku, telah berkonsultasi dengan pemerintah setempat, guna membantu kondisi keluarga Nikodemus namun hingga saat inu hasilnya nihil.

Evan kemudian memilih merekam kondisi itu, lalu memviralkan di media sosial sehingga keluarga tersebut saat ini telah mendapat bantuan dari masyarakat luas.

“Saya sudah konsultasi dan komunikasi ke dinas terkait tapi hasilnya belum ada, akhirnya saya memilih videokan dan kasi viral,” jelasnya

Sementara itu, Ketua RT Yustina Aplonia Boimau mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali mengajukan data agar keluarga Nikodemus Neolaka mendapat bantuan namun karena kesalahan data desil, usaha tersebut tidak membuahkan hasil hingga saat ini.

“Saya sudah ajukan berulang kali ajukan data untuk dapat bantuan tapi belum berhasil karena masalah desil,” ungkap Yustina.

Dijelaskan Yustina, awalnya keluarga Nikodemus masuk kategori desil tujuh (7) namun data terbaru, keluarga tersebut kembali dimasukan pada desil lima (5).

Nikodemus Neolaka berharap, pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang, dapat memberikan perhatian dan bantuan kepadanya, lantaran dirinya merupakan masyarakat yang kemah secara ekonomi.

“Saya berharap bisa dapat bantuan dari pemerintah,” pungkasnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Rolandus Tahoni
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *