September 27, 2026

Perjalanan SDN 012 Rantau Kasih Kampar: Dari Lokal Jauh hingga Sekolah Mandiri

0


Pendidikan
Perjalanan SDN 012 Rantau Kasih Kampar: Dari Lokal Jauh hingga Sekolah Mandiri

Wakil Bupati Kampar Misharti bersama Dewan Pendidikan Kabupaten Kampar, Eko Sutrisno saat meninjau SDN 012 Rantau Kasih. (Foto: dok. Istimewa)

BERITA PLUS, KAMPAR — Sekolah Dasar Negeri atau SDN 012 Rantau Kasih, Kecamatan Kampar Kiri Hilir, Kabupaten Kampar, Riau, memasuki babak baru. Sekolah yang dulu hanya berstatus lokal jauh dari SDN 002 Rantau Kasih itu kini berdiri sebagai satuan pendidikan tersendiri dan mulai mendapat perhatian melalui program revitalisasi.

Wakil Bupati Kampar Misharti meninjau langsung proses revitalisasi SDN 012 Rantau Kasih, Sabtu (27/9/2026).

Menurutnya, kunjungan itu menjadi bagian dari perhatian Pemerintah Kabupaten Kampar terhadap pemerataan akses dan peningkatan kualitas pendidikan, terutama bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat layanan pendidikan.

Sementara itu, perubahan status sekolah tersebut mendapat apresiasi dari Dewan Pendidikan Kabupaten Kampar, Eko Sutrisno. Kata dia, berdirinya SDN 012 sebagai sekolah mandiri merupakan proses panjang yang melibatkan masyarakat, sekolah induk, Dinas Pendidikan, dan Pemerintah Kabupaten Kampar.

“Alhamdulillah hari ini berkesempatan mengunjungi SD Negeri 012 Rantau Kasih. Kami tahu persis bahwa SD ini dulunya adalah lokal jauh dari SD 002 Rantau Kasih,” kata Eko.

Eko mengungkapkan bahwa jarak sekolah dengan sekolah induknya mencapai sekitar 30 kilometer. Akses menuju lokasi pun tidak mudah. Kondisi jalan yang dilalui masyarakat dan tenaga pendidik masih menjadi tantangan, termasuk perjalanan yang dipenuhi debu.

Ia menyebut sebelum berstatus sebagai sekolah tersendiri, masyarakat membangun fasilitas pendidikan itu secara swadaya. Bangunannya sederhana, berdinding papan dan berlantai tanah.

“Karena kerja sama masyarakat, mereka membangun lokal dengan ala kadarnya, berdinding papan dan berlantai tanah,” ujar Eko.

Menurut Eko, keberadaan sekolah tersebut kemudian mendapat perhatian setelah adanya komunikasi antara SDN 002 Rantau Kasih, Dinas Pendidikan dan Pemerintah Kabupaten Kampar. Dari proses itu, lokal jauh tersebut akhirnya berkembang menjadi SDN 012 Rantau Kasih.

Baginya, perubahan status tersebut bukan sekadar perubahan administrasi. Menurut dia, hal itu menunjukkan adanya upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pelayanan.

“Alhamdulillah, iktikad baik dari Pemda Kampar menjadikan sekolah jauh ini menjadi SD tersendiri yang dinamakan SD 012. Ini sebuah prestasi sebenarnya,” katanya.

Namun, pembangunan sekolah itu tidak berjalan tanpa hambatan. Eko mengatakan, berdasarkan informasi yang diperolehnya ketika berkunjung pada 2025, lokasi sekolah berkaitan dengan kawasan hutan atau konsesi perusahaan. Kondisi tersebut membuat pembangunan fasilitas pendidikan memerlukan penyelesaian dari sisi regulasi.

Kepala sekolah, tenaga pendidik, Dinas Pendidikan dan pihak terkait kemudian terus berkomunikasi mencari jalan keluar. Eko menyebut terbitnya Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 menjadi salah satu dasar kebijakan yang membuka peluang bagi revitalisasi dan pembangunan sarana pendidikan.

“Alhamdulillah pada 2025 kita menemukan regulasi yang pas ketika dikeluarkan oleh Presiden berupa Inpres Nomor 7 Tahun 2025 yang mengatur terkait revitalisasi dan bangunan lainnya,” ujar Eko.

Memasuki 2026, perhatian pemerintah terhadap SDN 012 Rantau Kasih mulai diwujudkan melalui program revitalisasi.

Eko bersama Misharti turun langsung melihat kondisi sekolah dan proses pembangunan tersebut.

“Kunjungan itu sekaligus menegaskan perhatian Pemerintah Kabupaten Kampar terhadap sekolah yang sebelumnya tumbuh dari inisiatif masyarakat,” tuturnya.

Eko mengatakan Pemerintah daerah menyatakan peningkatan kualitas sarana pendidikan menjadi bagian dari upaya memperbaiki layanan pendidikan bagi masyarakat.

Ia juga berharap penyelesaian persoalan SDN 012 Rantau Kasih dapat menjadi contoh bagi sekolah lain yang memiliki persoalan serupa.

“Semoga prestasi ini bisa ditularkan untuk sekolah-sekolah lainnya. Tetap optimis untuk pembangunan dan kemajuan pendidikan Kabupaten Kampar,” pungkas Eko. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Yudha Pratama
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *