October 20, 2026

Santri Pesantren Kauman Padang Panjang jadi Cucu Sehari di Sekolah Lansia Lentera

0


Pendidikan
Santri Pesantren Kauman Padang Panjang jadi Cucu Sehari di Sekolah Lansia Lentera

Santri Pesantren Kauman Padang Panjang saat mengunjungi Sekolah Lansia Lentera. (Foto: Dok. Istimewa)

BERITA PLUS, PADANG PANJANG – Peringatan Hari Pangan Nasional berubah menjadi momen penuh kehangatan bagi belasan santri dari Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) Qowiyyun Amiin Pesantren Internasional KAUMAN Muhammadiyah Padang Panjang. 

Sebanyak 14 santri mengunjungi Sekolah Lansia Lentera di Kompleks Masjid Taqwa, Kelurahan Ngalau, Kota Padang Panjang, pada Sabtu (17/10/2026).

Bersama dua pembina, Ustadz Prayogi dan Umi Hilyati Fadhila, para santri hadir bukan sekadar untuk berbagi makanan bergizi, tetapi mereka hadir untuk mendengarkan cerita, menemani bercengkerama, dan menjadi “cucu sehari” bagi para lansia.

Kunjungan ini juga dihadiri oleh Rizki Meylinda Emzet, Penyuluh KB Kecamatan Padang Panjang Timur sekaligus fasilitator Sekolah Lansia Lentera.

Kegiatan diawali dengan edukasi singkat tentang pentingnya pangan bergizi bagi kesehatan lansia, dilanjutkan dengan pembagian penganan bergizi.

Momen paling menyentuh tercipta ketika para santri duduk di samping para lansia, mendengarkan kisah perjalanan hidup mereka, dan bertukar cerita melalui kedekatan yang sederhana namun terasa begitu hangat. 

Rizki Meylinda Emzet menyampaikan apresiasinya dengan kegiatan. “Kehadiran adik-adik santri di Sekolah Lansia Lentera menjadi kebahagiaan tersendiri bagi para lansia,” katanya.

“Bukan hanya karena mereka mendapatkan kunjungan dan berbagi makanan, tetapi juga karena ada anak-anak muda yang bersedia hadir, mendengarkan cerita, dan memberikan perhatian kepada mereka. Hal-hal sederhana seperti ini sangat berarti bagi para lansia,” imbuh Rizki. 

Muherwin Dasti, salah satu siswa Sekolah Lansia Lentera, mengungkapkan rasa terima kasih dan berharap kunjungan ini bukan menjadi pertemuan pertama sekaligus terakhir.

Ia berpesan agar para santri senantiasa menjaga akhlak dan mengamalkan nilai-nilai kehidupan. Sementara Ibu Lastri berpesan pentingnya menjaga kesehatan melalui kebiasaan sederhana seperti sarapan pagi.

Bagi para santri, pertemuan ini memberikan pelajaran berharga bahwa kepedulian tidak selalu harus berupa sesuatu yang besar. Hadir, mendengarkan, dan menghargai orang lain adalah bentuk kasih sayang yang mampu menghangatkan hati.

Sebuah pesan sederhana namun bermakna dari kegiatan ini dari berbagi pangan menguatkan tubuh, tetapi berbagi perhatian menghangatkan hati. Semoga jembatan kasih sayang ini terus terjalin di masa mendatang. (*) 

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Anggun Fitria
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *