October 24, 2026

Slamet Ariyadi Apresiasi Tim Gabungan Polri-BNN Gagalkan Penyelundupan Satu Ton Ketamin

0


News
Slamet Ariyadi Apresiasi Tim Gabungan Polri-BNN Gagalkan Penyelundupan Satu Ton Ketamin

Anggota DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) dari Daerah Pemilihan Jawa Timur XI Madura, Slamet Ariyadi. (Foto: dok. Istimewa)

BERITA PLUS, JAKARTA – Anggota DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) dari Daerah Pemilihan Jawa Timur XI Madura, Slamet Ariyadi, mengapresiasi keberhasilan tim gabungan aparat penegak hukum menggagalkan penyelundupan satu ton narkotika jenis ketamin di perairan Sumatera Utara.

Pengungkapan tersebut melibatkan Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea Cukai, serta sejumlah instansi terkait. Barang bukti ditemukan dari Kapal MT Global 168 yang diamankan di perairan Tanjung Balai Asahan sebelum dibawa ke Pelabuhan Belawan.

Slamet menilai keberhasilan operasi tersebut menunjukkan pentingnya koordinasi antarlembaga dalam menghadapi ancaman peredaran gelap narkotika, terutama melalui jalur laut yang berpotensi dimanfaatkan sindikat untuk memasukkan barang terlarang ke Indonesia.

Menurut dia, upaya pemberantasan narkotika harus terus diperkuat karena dampaknya tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat, tetapi juga berpengaruh terhadap ketahanan keluarga dan masa depan generasi muda.

“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kinerja tim gabungan Polri, BNN, Bea Cukai, dan seluruh instansi yang terlibat. Keberhasilan menggagalkan penyelundupan satu ton ketamin ini merupakan langkah penting dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkotika,” ujar Slamet, Sabtu (24/10/2026).

Ia menegaskan, pengungkapan tersebut perlu ditindaklanjuti dengan penyelidikan mendalam untuk menelusuri jaringan yang berada di balik upaya penyelundupan tersebut.

Menurut Slamet, penanganan perkara tidak cukup hanya dengan mengamankan barang bukti dan pihak-pihak yang diduga terlibat. Aparat juga perlu mengungkap asal barang, jalur distribusi, serta pihak yang diduga berperan sebagai pemasok maupun penerima.

“Jangan berhenti pada penangkapan para tersangka. Jaringan di balik penyelundupan ini harus diusut sampai tuntas agar tidak ada lagi celah bagi sindikat narkotika untuk menjalankan aksinya di Indonesia,” tegasnya.

Selain mendorong pengusutan hingga ke jaringan yang lebih luas, Slamet meminta pengawasan di wilayah perairan dan pelabuhan diperketat. Koordinasi antara aparat penegak hukum, pemerintah, dan instansi terkait dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mencegah penyelundupan serupa.

Ia juga mengajak masyarakat ikut berperan dalam upaya pencegahan peredaran narkotika dengan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar dan mendukung langkah pemberantasan yang dilakukan aparat.

“Perlindungan generasi muda dari bahaya narkotika harus menjadi prioritas. Kami mendukung langkah tegas aparat dalam memberantas jaringan narkotika dan berharap upaya ini terus dilakukan secara konsisten demi masa depan bangsa yang lebih baik,” katanya. 

Sebelumnya, tim gabungan berhasil mengamankan Kapal MT Global 168 yang diduga digunakan untuk membawa satu ton ketamin. Kapal tersebut terpantau melakukan pergerakan tidak biasa di jalur Selat Malaka melalui Laut Andaman sebelum akhirnya dihentikan di perairan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara.

Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Kristian Parluhutan Siagian, membenarkan pengungkapan tersebut dilakukan melalui operasi bersama sejumlah instansi, termasuk Bareskrim Polri, BNN, Bea Cukai, dan Polair Baharkam.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil koordinasi lintas instansi dalam mengawasi jalur laut dan menindak upaya penyelundupan narkotika.

“Saat ini, kapal beserta barang bukti telah diamankan dan dikawal petugas hingga bersandar di Pelabuhan Belawan untuk kepentingan penanganan lebih lanjut,” tutupnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Wildan Mukhlishah Sy
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *