Elpiji 3 Kilogram Langka, Warga Tuban Rela Antre Berdesakan
Irqam
– 04 April 2026 | 18:04 – Dibaca 45 kali
Ratusan warga Kabupaten Tuban, Jawa Timur antre berdesakan untuk mendapatkan gas elpiji 3 kilogram yang langka sepekan terakhir. (Foto: Irqam/Suara Indonesia)
BERITA PLUS, TUBAN – Gas elpiji 3 kilogram menjadi barang langka sepekan terakhir di wilayah Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Kelangkaan ini membuat ratusan warga rela mengantre hingga berdesakan-desakan.
Kondisi itu terlihat di pangkalan elpiji Andi Mustami di Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban pada Sabtu (4/4/2026) pagi.
Antrean mengular sejak pukul 08.00 WIB hingga 11.30 WIB. Bahkan, adu mulut dengan pemilik pangkalan pun tak terhindarkan karena banyak warga yang tak kebagian gas elpiji 3 kilogram.
Juarti (63), warga Kelurahan Sidomulyo, mengatakan terpaksa ikut berdesakan karena satu hampir sepekan kesulitan mendapat elpiji 3 kilogram. Ia menyebut, gas subsidi tak bisa ditemukan di kios eceran.
“Gas elpiji sudah langka hampir satu minggu ini. Lah ini antre dari pagi sampai siang baru dapat. Untuk harganya Rp 18.000 per tabung,” kata Juarti kepada wartawan.
Juarti berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi kelangkaan elpiji 3 kilogram ini. “Gimana ini pemerintah. Kami pengin elpiji normal lagi. Karena juga butuh masak,” tambahnya.
Hal berbeda dialami Inawaroh (30), warga Karangsari, Tuban. Dirinya mengaku bahwa sudah menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan elpiji 3 kilogram, namun justru stok gas habis.
“Ini RT sendiri, antre sejak pagi malah nggak dapat apa-apa. Tolong Pak kami butuh untuk memasak,” ujarnya.
Sementara itu, pemilik pangkalan, Andi Mustami menuturkan, setiap hari mendapat pasokan sebanyak 180 tabung elpiji 3 kilogram dari agen, tidak ada pengurangan.
Hanya saja, kata Andi, beberapa hari terakhir permintaan gas elpiji 3 kilogram di Kelurahan Karangsari terus meningkat.
“Kalau saya insyallah setiap hari ada kiriman. Ini tadi 180 tabung, tapi langsung habis dalam dua jam,” tandasnya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Irqam |
| Editor | : Mahrus Sholih |
