Reuni Akbar Mafash UINSA, Lia Istifhama: Rindu Kita dalam Balutan Musik
Panitia Reuni Akbar FSH Mafash UINSA rutin menggelar rapat untuk mempersiapkan acara secara matang. (Foto: Lukman/Suara Indonesia)
BERITA PLUS, SURABAYA – Majelis Alumni Fakultas Hukum dan Syariah (Mafash) UIN Sunan Ampel (Uinsa) Surabaya, akan menggelar temu alumni akbar pada 11 April 2026. Acara yang dikemas dengan tema besar, ‘Rinduku, Rindumu, Rindu Kita Semua’ itu, akan mempertemukan alumni lintas generasi.
Lia Istifhama, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, yang didapuk sebagai Ketua Panitia, menjelaskan acara tersebut akan menyajikan suasana kebersamaan yang mempererat silaturahmi para alumni.
“Acara reuni tersebut akan berlangsung dengan konsep kekeluargaan, menyatu dan menarik karena ada balutan musik yang mana artisnya para alumni sendiri. Jadi tidak ada skema hedon, melainkan stay on pada rajutan silaturahmi,” terang senator Jawa Timur itu, di tengah rapat persiapan reuni.
Tak lupa, alumni Muamalah Angkatan 2002 itu pun mengajak seluruh alumni Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya untuk berpartisipasi dalam kegiatan Temu Alumni FSH Mafash UINSA 2026.
Ajakan tersebut disampaikan dalam rangka menyukseskan agenda silaturahmi akbar alumni yang akan digelar pada Sabtu, 11 April 2026, di Sport Center UINSA, Surabaya.
Menurut Lia, kegiatan temu alumni menjadi momentum penting untuk mempererat jaringan, membangun kolaborasi, serta memperkuat kontribusi alumni dalam pembangunan masyarakat.
“Temu alumni bukan sekadar ajang reuni, tetapi ruang strategis untuk membangun sinergi dan memperkuat peran alumni dalam berbagai sektor,” ujarnya.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Mafash UINSA tersebut diharapkan mampu menghadirkan berbagai gagasan konstruktif dari para alumni lintas generasi.
Ning Lia, sapaan akrabnya, juga menekankan pentingnya menjaga hubungan emosional dan intelektual antaralumni, sebagai bagian dari kekuatan sosial yang dapat memberikan dampak luas bagi masyarakat.
“Alumni UINSA memiliki potensi besar. Jika disatukan dalam forum seperti ini, maka akan lahir kolaborasi yang bermanfaat bagi umat dan bangsa,” tambahnya.
Ia berharap, seluruh alumni dapat memanfaatkan momentum ini untuk saling bertukar pengalaman, memperluas jejaring, serta memperkuat komitmen bersama dalam memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
“Dengan hadirnya sesama alumni, semoga ada pertukaran yang positif terkait informasi dan banyak hal lainnya yang memberi unsur kemanfaatan,” tukasnya.
Ia bercerita singkat mengenang pada saat perkuliahan waktu dulu. Ning Lia menuturkan sering melakukan diskusi yang progresif bersama kawan seangkatan, junior serta senior.
“Momen ini sangat penting karena setiap manusia tentu memiliki memori, kenangan. Salah satunya, istilah DPR, yaitu di bawah pohon rindang. Bahwa saat saya kuliah dulu, teman-teman seangkatan, senior, maupun junior waktu itu, jika bertemu untuk diskusi dan sebagainya, menyematkan istilah DPR sebagai titik kumpul,” jelasnya.
Ia menegaskan, jika rapat persiapan pun rutin dilakukan dengan terus merajut informasi kehadiran para alumni. Beberapa nama populer pun hadir dalam rapat yang digelar di kediaman ning Lia, di antaranya Gus Bobby, Baidowi, Baijuri, Widodo, Amin Lubis, Asrori, Syadid, Istiqomah, dan Bagus. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Lukman Hadi |
| Editor | : Mahrus Sholih |
