October 17, 2026

Jadi Langganan Banjir saat Hujan di Mumbulsari, Bupati Jember akan Keruk Sungai untuk Tambah Kedalaman

0


News
Jadi Langganan Banjir saat Hujan di Mumbulsari, Bupati Jember akan Keruk Sungai untuk Tambah Kedalaman

Banjir di Simpang Tiga Jalan Dr. Subandi Kecamatan Mumbulsari, yang kini sudah mereda setelah Pemkab Jember menghadirkan alat berat untuk mengangkut sampah, Senin malam (6/4/2026). (Foto: Fathur Rozi/Suara Indonesia)

BERITA PLUS, JEMBER – Lantaran kerap terjadi banjir saat musim penghujan di simpang tiga antara Jalan Budi Utomo dan Jalan Dr. Subandi, Dusun Gambiran, Desa/Kecamatan Mumbulsari, Jember, Jawa Timur. Pemerintah setempat akan mengupayakan adanya pengerukan.

Mengingat sumber banjir yang terjadi, diakibatkan oleh dangkalnya sungai dan sampah yang menyumbat kolong jembatan hingga mengakibatkan air sungai meluap.

Bupati Jember, Muhammad Fawait menyampaikan, telah menyiapkan alat berat berupa power shovel untuk mengeruk tanah serta mengangkut tumpukan sampah yang menahan arus sungai saat melewati kolong jembatan.

“Karena ditengarai bahwa banjir ini disebabkan oleh faktor pendangkalan dan sampah. Nah, ada pengerukan,” kata Bupati Jember, saat meninjau lokasi banjir, Senin malam (6/4/2026).

Tentu, pihaknya akan tetap berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, mengingat sungai yang dimaksud merupakan wewenang mereka.

“Karena ini sungai provinsi, kami akan sampaikan kepada Pemerintah Provinsi supaya ada pengerukan. Tapi kalau besok kedaruratan, kami akan turun,” jelasnya.

Fawait menyampaikan, terkait banjir-banjir yang diakibatkan oleh saluran, kemungkinan akan dapat diatasi oleh pihaknya. Ia menyebut, akan ada pemetaan potensi pendangkalan, khususnya yang menjadi wewenang Pemkab Jember.

Namun, Fawait akan tetap berkoordinasi dengan pemerintah terkait, seperti Pemprov dan Pusat yang memegang wewenang sungai yang berada di Kabupaten Jember.

“Kecuali kalau banjirnya karena curah hujan. Karena kita tahu ada beneran banjir bukan karena saluran, tapi karena curah hujan,” pungkasnya.

Sementara, Siti, warga setempat, menyebut bahwa banjir itu di daerahnya tersebut memang kerap terjadi, terlebih saat hujan lebat. Bahkan, saat bulan Ramadhan kemarin, ketinggian banjir mencapai paha orang dewasa hingga masuk ke dalam rumahnya.

“Penyebabnya karena sampah, tumpukan bambu dan sembarang. Ya karena tertahan di jembatan,” jelasnya sambil menunjuk jembatan yang dimaksud.

Ia menyampaikan, penanganan banjir di tempat tersebut terakhir kali terjadi sekitar 7 tahun yang lalu. “Jaman Bupati sebelumnya tidak ada sama sekali penanganan. Tapi banjirnya gak sampai masuk ke dalam rumah. Masih aman,” jelasnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Fathur Rozi
Editor : Mahrus Sholih





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *