October 17, 2026

Gas Melon Langka Bikin Ibu-Ibu di Probolinggo Berteriak, DPRD Minta Kuota Ditambah

0



Saifullah
– 13 April 2026 | 11:04 – Dibaca 62 kali

News
Gas Melon Langka Bikin Ibu-Ibu di Probolinggo Berteriak, DPRD Minta Kuota Ditambah

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Probolinggo, Reno Handoyo. (Foto: Saifullah/Suara Indonesia)

BERITA PLUS, PROBOLINGGO – Rakyat Kabupaten Probolinggo akhir-akhir ini berteriak lantang utamanya ibu-ibu. Teriakan lantang itu lantaran, adanya dugaan kelangkaan gas LPG 3 kilogram atau gas melon di Kabupaten Probolinggo.

Teriakan ibu-ibu tersebut, mendorong DPRD Kabupaten Probolinggo untuk mengusulkan penambahan kuota kepada pemerintah pusat.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Probolinggo, Reno Handoyo, dari Fraksi Gerindra, secara tegas meminta kementerian terkait agar menambah alokasi LPG subsidi untuk wilayah Probolinggo.

Menurut Reno, kelangkaan yang terjadi bukan semata karena distribusi, melainkan dipicu kepanikan masyarakat akibat isu keterbatasan stok. Akibatnya, banyak warga membeli gas melebihi kebutuhan dan menimbun untuk persediaan di rumah.

“Awalnya masyarakat membeli sesuai kebutuhan. Tapi karena isu kelangkaan, terjadi panic buying dan penimbunan. Ini yang membuat stok di kios menjadi langka,” ujarnya, pada Suaraindonesia.co.id, Senin (13/4/2026).

Dampak dari kondisi tersebut, lanjut Reno, memicu permainan harga di tingkat pengecer. Padahal, kios atau pangkalan resmi tidak diperbolehkan menaikkan harga di luar ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Seharusnya tidak ada kenaikan harga di kios. Itu ada aturannya dan ada sanksinya. Ini harus diawasi secara ketat,” tegasnya.

Ia menilai, penambahan kuota LPG 3 kg menjadi langkah penting untuk menstabilkan pasokan sekaligus meredam kepanikan masyarakat. Selain itu, pengawasan distribusi dan harga juga harus diperkuat agar tidak terjadi penyimpangan di lapangan.

DPRD Kabupaten Probolinggo pun berharap pemerintah pusat segera merespons usulan tersebut demi menjaga stabilitas kebutuhan energi masyarakat, khususnya bagi warga kurang mampu yang bergantung pada LPG subsidi.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo, Sugeng Wiyanto, menyebut pihaknya sebelumnya telah mengajukan permohonan penambahan kuota LPG ke Pertamina.

“Beberapa waktu lalu kami sudah bersurat ke Pertamina untuk meminta tambahan kuota. Sebenarnya kuota normal masih mencukupi, namun karena terjadi panic buying di masyarakat, kebutuhan menjadi meningkat dan stok terasa kurang,” ujarnya.

Sugeng menambahkan, berdasarkan informasi terakhir, ketersediaan LPG 3 kilogram mulai berangsur normal. Meski demikian, dalam waktu dekat pihaknya akan menurunkan tim untuk melakukan pengecekan langsung ke lapangan guna memastikan kondisi distribusi tetap terkendali. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Saifullah
Editor : Mahrus Sholih





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *