Dengar Aspirasi Petani, Bupati Kampar Prioritaskan Penanganan Sumber Air dan Irigasi
Bupati Kampar, Ahmad Yuzar Terima audiensi antara Pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kampar (Foto: Istimewa)
SUARAINDONESIA, KAMPAR – Permasalahan ketersediaan sumber air untuk lahan pertanian menjadi fokus utama dalam audiensi antara Pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Kampar dengan Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, yang digelar di Ruang Rapat Lantai II Kantor Bupati Kampar, Selasa (2/6/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Ketua Harian KTNA Kabupaten Kampar, Ade Minur, menyampaikan berbagai aspirasi petani yang selama ini menghadapi kendala dalam memperoleh pasokan air untuk mengairi lahan pertanian. Kondisi tersebut dinilai semakin dirasakan saat musim kemarau, sehingga berdampak langsung terhadap produktivitas dan hasil panen petani.
Menurut Ade Minur, keterbatasan sumber air menjadi salah satu persoalan mendasar yang membutuhkan perhatian dan penanganan serius. Ia berharap pemerintah daerah dapat menghadirkan solusi yang mampu menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian masyarakat secara berkelanjutan.
Selain membahas persoalan irigasi dan sumber air, KTNA juga menyampaikan rencana pelantikan kepengurusan baru organisasi tersebut. Namun, isu pengelolaan sumber daya air tetap menjadi pembahasan utama mengingat besarnya pengaruh terhadap keberlangsungan sektor pertanian di Kabupaten Kampar.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Kampar Ahmad Yuzar menegaskan bahwa pemerintah daerah menempatkan persoalan sumber air sebagai salah satu prioritas pembangunan sektor pertanian.
Ia meminta Dinas Pertanian segera melakukan tindak lanjut terhadap berbagai keluhan yang disampaikan petani serta melakukan pemetaan terhadap kondisi jaringan irigasi yang ada.
“Permasalahan sumber air tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut keberlangsungan usaha pertanian masyarakat. Pemerintah daerah akan berupaya mencari solusi terbaik melalui pembangunan maupun perbaikan sarana irigasi serta langkah-langkah strategis lainnya,” tegas Ahmad Yuzar.
Bupati juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, dinas teknis, dan organisasi petani dalam merumuskan solusi yang tepat sesuai kondisi di lapangan.
Dengan adanya pemetaan dan identifikasi kebutuhan secara menyeluruh, kata dia, program penanganan irigasi diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Yudha Pratama |
| Editor | : Alfiana Putri |
