October 16, 2026

Diduga Aliran Sungai Tercemar Limbah Dapur SPPG, Warga Kalitidu Keluhkan Bau Menyengat

0


News
Diduga Aliran Sungai Tercemar Limbah Dapur SPPG, Warga Kalitidu Keluhkan Bau Menyengat

Tampak aliran sungai di Kalitidu, Bojonegoro tercemar limbah dapur SPPG. (Foto: Aji/Suara Indonesia)

BERITA PLUS, BOJONEGORO – Aliran Kali Batas yang melintasi Desa Panjunan RT 08 dan Desa Kalitidu RT 01, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, dilaporkan tercemar limbah.

Warga setempat mengeluhkan bau busuk menyengat yang diduga berasal dari aktivitas dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) milik Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Kalitidu.

Dugaan pencemaran ini mulai mencuat setelah warga mengunggah keluhan di media sosial pada Sabtu (25/7/2026). Fasilitas dapur untuk program nasional tersebut diketahui menempati bangunan bekas Angkringan 44S di Desa Kalitidu.

Kuzaimah, salah seorang warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai, menuturkan bahwa aroma tidak sedap tersebut kian memburuk akibat musim kemarau.

“Baunya sangat menyengat, terutama saat kemarau seperti sekarang. Bahkan kalau mau makan sering jadi hilang nafsu makan karena baunya busuk sekali,” ujar Kuzaimah saat ditemui, Kamis (30/7/2026).

Hal senada disampaikan oleh Budi Utomo, warga yang rumahnya tepat berada di belakang area SPPG. Menurutnya, limbah dapur tersebut mengendap karena debit air sungai yang mengecil.

“Kalau musim hujan tidak begitu bau karena limbahnya langsung terbawa arus air. Tapi kalau kemarau, limbahnya mengendap dan menimbulkan bau. Kami berharap ada tindakan dan evaluasi dari pihak berwenang,” kata Budi.

Merespons keluhan tersebut, Ketua SPPG Kalitidu, Ika, memberikan klarifikasi saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah cepat untuk mengatasi persoalan tersebut.

“Alhamdulillah, sudah langsung tertangani di hari itu juga. Setiap komplain warga pasti kami tindak lanjuti dengan cepat,” ujar Ika.

Ika menjelaskan, jika pihak SPPG terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan para pekerja di sekitar bantaran saluran air. Hingga saat ini, ia mengklaim belum ada laporan bau susulan dari warga setempat.

“Terima kasih atas informasinya, kami belum dikonfirmasi kembali dari pihak masyarakat sekitar saluran air. Namun demikian, akan segera kami cek ke lokasi mengingat pekerja bertempat tinggal di bantaran saluran air, dan sampai saat ini kami masih terus memantau,” tuturnya.

“Ia juga menegaskan bahwa insiden ini menjadi bahan evaluasi agar operasional dapur ke depan bisa lebih berhati-hati,” imbuhnya.

Meski pihak pengelola mengklaim situasi telah teratasi, masyarakat sekitar tetap mendesak adanya transparansi dan evaluasi menyeluruh terkait mekanisme Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) yang diterapkan oleh dapur SPPG Kalitidu.

Warga berharap instansi terkait segera turun tangan agar aktivitas pembuangan tersebut tidak merugikan lingkungan dan kesehatan masyarakat secara berkepanjangan. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Aji Susanto
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *