Siswa SMKN 1 Purwodadi ‘Ketagihan’ Ikuti Pelatihan Jurnalistik IJTI Muria Raya
Team Work
– 13 August 2026 | 08:08 – Dibaca 2 kali
Pelatihan jurnalistik yang digelar Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Muria Raya di SMKN 1 Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Rabu (12/8/2026). (Foto: IJTI untuk Suara Indonesia)
BERITA PLUS, GROBOGAN – Pelatihan jurnalistik yang digelar Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Muria Raya di SMKN 1 Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Rabu (12/8/2026), mendapat antusiasme tinggi dari para siswa.
Puluhan siswa mengikuti pelatihan bertajuk Campus Journalism tersebut dengan antusias. Mereka tidak hanya mendapatkan materi jurnalistik secara teori, tetapi juga diajak praktik langsung membuat berita, mengambil gambar, hingga melakukan penyuntingan video.
Salah seorang peserta, Ahmad Luthfi Izzamudin, mengaku awalnya mengira kegiatan tersebut akan membosankan. Namun, setelah mengikuti materi dan praktik, pandangannya berubah.
“Awalnya saya itu kayak boring, terus saya jadi suka. Tadi yang paling menarik itu pembuatan berita,” kata Ahmad.
Menurut dia, praktik membuat berita menjadi pengalaman paling menarik. Para peserta harus berkeliling mencari bahan, kemudian mengolahnya menjadi sebuah berita.
“Yang agak deg-degan waktu pengeditan. Jujur saja waktu pengeditan itu tadi hanya dua menit, alhamdulillah berjalan dengan lancar,” ujarnya.
Pelatihan tersebut juga membuat Ahmad tertarik untuk mencoba membuat berita ketika menemukan sebuah peristiwa di lingkungan sekitarnya.
“Harapannya saya menjadi lebih baik lagi. Kalau ada kejadian mungkin saya buat berita,” katanya.
Selain belajar membuat berita, para siswa mendapatkan materi mengenai cara membedakan informasi faktual dan hoaks. Ahmad mengaku kini lebih memahami pentingnya memastikan kebenaran informasi sebelum menyebarkannya.
“Kalau hoaks itu tidak asli, informasinya tidak ada, tidak memiliki kejelasan. Kalau yang asli ada datanya, ada faktanya dan ada kejadiannya,” jelasnya.
Antusiasme serupa disampaikan peserta lainnya, Queen Asteres Yustin Mawar Daniela. Menurut dia, pelatihan tersebut memberikan banyak pengetahuan baru yang sebelumnya belum mereka dapatkan secara langsung dari praktisi jurnalistik.
“Jadi yang pertama diajarkan dasar-dasar membuat berita, lalu membedakan mana yang fakta dan yang hoaks, lalu ada teknik-teknik pengambilan gambar dan editing dan juga banyak hal lagi,” ungkap Queen.
Ia menilai materi dan praktik yang diberikan sangat bermanfaat, khususnya bagi siswa yang akan mengikuti perlombaan di bidang multimedia maupun jurnalistik. “Ini sangat berguna untuk kami yang akan mengikuti lomba,” ujarnya.
Queen bahkan berharap IJTI Muria Raya dapat kembali datang ke sekolah mereka untuk memberikan pelatihan lanjutan. “Mau, mau banget. Semoga IJTI mau mendatangi sekolah SMKN 1 Purwodadi untuk mengajari kami lagi,” katanya.
Sementara itu, Bidang Advokasi IJTI Muria Raya Andi Eko Prasetyo mengatakan pelatihan tersebut dirancang agar siswa tidak hanya memahami jurnalistik secara teori, tetapi juga memperoleh pengalaman praktik.
“Kami dari IJTI Muria Raya memberikan pelatihan terkait pembelajaran pengambilan gambar, bagaimana cara membuat naskah kepada teman-teman SMK yang kebetulan mengambil jurusan multimedia,” jelas Andi.
Selain jurnalistik, IJTI juga memberikan edukasi mengenai penggunaan media sosial secara baik dan benar. Para siswa didorong agar tidak sembarangan memproduksi maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Kita lebih memberikan pemahaman tentang sanksi hukumnya bagaimana ketika memberikan berita hoaks tersebut,” ujarnya.
Andi mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-28 IJTI sekaligus bulan jurnalistik. Melalui kegiatan itu, IJTI ingin memperkenalkan dunia jurnalistik kepada generasi muda sekaligus mendorong lahirnya citizen journalism yang mampu menyampaikan informasi secara akurat.
“Adik-adik SMK ini bisa belajar menjadi citizen journalism, memasyarakatkan wartawan, serta mampu memberikan informasi yang baik dan benar kepada masyarakat terkait apa yang terjadi di lingkungan mereka masing-masing,” katanya.
Pelatihan tersebut mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Guru SMKN 1 Purwodadi, Indah Indrawita, mengatakan para siswa terlihat senang mengikuti kegiatan sekaligus mendapatkan keterampilan baru.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada IJTI karena telah memberikan ilmu ke anak didik saya. Dengan happy dan mereka bahagia, dan satu lagi bertambah juga keterampilan untuk hari ini,” ujarnya.
Indah berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar sehingga para siswa memiliki kesempatan memperdalam keterampilan jurnalistik dan multimedia.
“Harapan kami, kita bisa melanjutkan kerja sama untuk memperluas lagi. Mereka dapat belajar lagi agar mereka menjadi profesional,” katanya.
Pelatihan Campus Journalism tersebut menjadi pengalaman baru bagi para siswa SMKN 1 Purwodadi. Mereka tidak hanya belajar membuat berita, tetapi juga memahami pentingnya verifikasi informasi sebelum menyebarkannya di tengah derasnya arus informasi media sosial.
Bagi sebagian peserta, pelatihan itu bahkan meninggalkan kesan lebih dari sekadar kegiatan sehari. Mereka justru mengaku “ketagihan” dan ingin kembali belajar jurnalistik. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Team Work |
| Editor | : Alfiana Putri |
