Melahirkan Inovasi Bisnis Lewat Megpreneur 2026 Lamongan
Irqam
– 30 August 2026 | 19:08 – Dibaca 80 kali
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi secara simbolis menyerahkan sertifikat BNSP kepada 10 inovasi bisnis terpilih. (Foto: Diskominfo Lamongan)
BERITA PLUS, LAMONGAN – Sesi offline Megilan Preneur (Megpreneur) 2026 selama 3 hari, sejak 26 Agustus kemarin, resmi ditutup, Jumat (28/8/2026) malam. Itu setelah tahapan pendaftaran, penjaringan peserta dari 319 peserta dengan 184 bisnis terdaftar menjadi 200 peserta terpilih untuk mengikuti offline session.
Penutupan dilakukan langsung oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi di Halaman Gedung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan.
Megpreneur 2026 sendiri telah melahirkan ide dan inovasi bisnis dari berbagai bidang. Seperti bisnis F&B, layanan jasa, teknologi dan aplikasi. Selain itu hadir segmen khusus Agripreneur, yakni bisnis sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan agroindustri.
Inkubasi bisnis pun dilakoni, dengan tujuan mendorong wirausaha naik kelas, berdaya saing global, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Hadirnya makerspace di setiap jenjang pendidikan merupakan langkah awal menciptakan lingkungan atau habitat bagi lahirnya inovasi. Kegiatan selanjutnya di level Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) adalah seleksi hasil inovasi tersebut.
Hadir dalam acara tersebut Anggota Komisi VI DPR RI Ahmad Labib, mengungkapkan, di tahun 2030 adalah puncak demografis, sehingga masyarakat harus tanggap dalam memanfaatkan peluang.
“Semangat untuk pemenang Megpreneur, masa depan masih panjang, peluang bisnis masih banyak, yang perlu diperbuat adalah produk inovatif,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Lamongan yang akrab disapa Pak Yes mengucapakan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya proses inkubasi bisnis berkelanjutan melalui Megpreneur 2026.
“Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih Mas Labib yang nantinya akan mengajak pemenang ke Jakarta, studi karya ke beberapa perusahaan dan mampir ke sponsornya TikTok,” ucapnya.
Lebih lanjut, Pak Yes juga menyerahkan sertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) kepada 10 inovasi bisnis terpilih.
Dari sesi offline ini peserta Megpreneur 2026 telah memperoleh pendampingan intensif dari mentor berpengalaman akses pasar yang terhubung dengan jaringan luas, dorongan Inovasi dan kelanjutan usaha, hingga akses pembiayaan investasi dengan total120 juta rupiah.
Dalam upaya pengembangan UMKM, Pemkab Lamongan juga telah melakukan kolaborasi dan kerjasama dengan berbagai pihak salah satunya yakni TikTok, dengan harapan karya, ide, dan inovasi bisnis ini dapat berdampak luas dan berpotensi menjadi bisnis berkelanjutan.
Kemudian acara penutupan Megpreneur 2026 ini juga diisi berbagai kegiatan mulai dari stand bazar produk Megpreneur 2026, Stand Up Comedy Lamongan, klinik perizinan UMKM, juga content Creator competition. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Irqam |
| Editor | : Alfiana Putri |
