September 18, 2026

Atasi Kekeringan, BPBD Sumenep Kerahkan Dua Armada Distribusi Air Bersih Setiap Hari

0


News
Atasi Kekeringan, BPBD Sumenep Kerahkan Dua Armada Distribusi Air Bersih Setiap Hari

Kepala Pelaksana BPBD Sumenep Kamiluddin. (Foto: Istimewa)

BERITA PLUS, SUMENEP – Mengatasi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep mengerahkan dua armada untuk mendistribusikan air bersih setiap hari.

Distribusi tersebut diprioritaskan bagi desa-desa yang masuk kategori kering kritis, sementara wilayah dengan status kering langka tetap mendapat bantuan air bersih berdasarkan permintaan.

Kepala Pelaksana BPBD Sumenep Kamiluddin mengatakan, dua armada secara rutin bergerak untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat, terutama di wilayah yang kondisi kekeringannya cukup parah.

“Setiap hari kita memang melakukan dropping air bersih, utamanya kepada daerah yang mengalami kering kritis,” kata Kamiluddin, Kamis (17/9/2026).

Sejumlah wilayah yang saat ini menjadi sasaran utama distribusi air bersih di antaranya Desa Montorna, Prancak, Kombasng, Poteran, Besoka di Kecamatan Rubaru, serta Batuputih Daya di Kecamatan Batuputih.

Untuk wilayah yang berstatus kering langka, BPBD juga tetap melakukan distribusi. Namun, frekuensinya tidak setiap hari dan menyesuaikan permintaan dari masyarakat di masing-masing wilayah.

Di tengah upaya memenuhi kebutuhan air warga, BPBD juga mencatat adanya perkembangan positif di sejumlah desa. Dua desa yang sebelumnya berstatus kering kritis kini mengalami penurunan status menjadi kering langka.

Keduanya yakni Desa Badur dan Desa Batang-Batang Daya, khususnya Dusun Tenggina. Kamiluddin menjelaskan, perubahan status di Desa Badur dipengaruhi adanya pengeboran yang membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat.

Sementara di Dusun Tenggina, Desa Batang-Batang Daya, sejumlah warga telah memiliki sumber air dari hasil pengeboran di sekitar rumah mereka. “Dulu masuk kering kritis, sekarang sudah menjadi kering langka,” ujarnya.

Meski demikian, BPBD Sumenep masih mewaspadai kemungkinan perubahan kondisi apabila kemarau berlangsung lebih panjang. Pemantauan terus dilakukan bersama BMKG untuk melihat perkembangan cuaca dan musim di wilayah Sumenep.

Sebab, apabila kemarau masih bertahan hingga akhir tahun, tidak menutup kemungkinan sejumlah desa yang saat ini berstatus kering langka kembali mengalami peningkatan tingkat kekeringan.

“Kalau sampai Desember kemarau masih berlangsung, bisa jadi ada desa yang kemudian naik menjadi kering kritis,” pungkasnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Wildan Mukhlishah Sy
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *