PT Sumatraco Sulap Kristal Kemarau Menjadi Garam Konsumsi Kualitas Tinggi
Hasil produksi garam krosok menjadi garam konsumsi oleh PT Sumatraco Lenggeng Makmur (Foto; Hoirur Rosikin/Suaraindoensia.co.id)
BERITA PLUS, SAMPANG – Di tengah masa produksi garam di Indonesia, PT Sumatraco Lenggeng Makmur selain menyerap hasil panen dari petambak di wilayah Jawa timur.
Perusahaan ini juga mengembangkan sektor pengolahan hasil produksi dari petambak, dari garam krosok menjadi garam komsumsi dengan kemasan yang menarik dan kualitas tinggi.
Kantor pusat Perusahaan PT Sumatraco Lenggeng Makmur yang terletak di Jalan Kalianak Barat, Surabaya, selalu menempatkan konsistensi mutu, efisiensi, dan kesinambungan pasokan sebagai bagian penting dalam pengembangan bisnisnya.
Direktur PT Sumatraco Langgeng Makmur Nurhadi Wiyono mengatakan, selain menyerap garam rakyat, ia juga memperkuat pengolahan garam menjadi salah satu cara untuk memberikan nilai tambah terhadap bahan baku garam di tingkat kebutuhan pasar nasional.
“Hasil garam krosok yang diolah kembali menjadi garam kebutuhan pokok menjadi bagian penting dalam meningkatkan kebutuhan pasar dalam negeri,” jelasnya, Rabu (30/9/2027).
Menurutnya, proses pengolahan menjadi mata rantai antara produksi garam di tingkat hulu sampai kebutuhan pengguna secara nasional.
Kerena mulai dari tahapan, meliputi pemeriksaan bahan baku, pengolahan sesuai karakteristik produk, pengeringan, pengayakan, hingga pengemasan dan penyimpanan.
Namun kata Nurhadi setiap tahapan perlu dikendalikan agar mutu dan keseragaman produk tetap terjaga.
“Ditengah Pengolahan hasil produksi garam, hasil pasokan perlu di jaga untuk keberlangsungan pengolahan garam krosok menjadi garam yang dikemas secara nilai jual kebutuhan pokok,” ujarnya.
Kendati demikian, dalam memproduksi garam krosok menjadi garam yang dikemas butuh diperiksa sebelum masuk proses berikutnya.
Sementara untuk kebersihan fasilitas, pengawasan produksi, efisiensi, teknologi, dan sumber daya manusia menjadi bagian dari sistem pengolahan.
“Petambak garam, industri pengolahan, distributor, dan pengguna akhir merupakan bagian dari rantai yang saling berkaitan. Penguatan setiap mata rantai diperlukan untuk menjaga ketersediaan dan kualitas produk kedepannya,” tutur Nurhadi.
Ia menegaskan, Penguatan hilirisasi tersebut menjadi salah satu. Karena garam memiliki penggunaan yang luas, tidak hanya sebagai bahan konsumsi, tetapi juga sebagai bahan pendukung berbagai aktivitas industri lainnya.
Bagi dirinya, kemampuan mengolah bahan baku menjadi produk dengan karakteristik sesuai kebutuhan menjadi bagian dari upaya memperkuat industri pengolahan garam di dalam negeri.
“Penguatan proses pengolahan menjadi salah satu langkah perusahaan menghadapi kebutuhan pasar yang terus berkembang,” tutup Nurhadi. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Hoirur Rosikin |
| Editor | : Alfiana Putri |
